JAKARTA - Sejak beberapa hari terakhir, aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah titik Jakarta cukup berdampak pada layanan beberapa ruas tol, bahkan menyebabkan penutupan sementara di sejumlah akses gerbang tol (GT).
Namun, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR–S) tetap beroperasi secara normal tanpa ada penutupan gerbang tol.
Sebagai bentuk antisipasi, Kepala Regional Jakarta Hutama Karya Untung Joko Ristyono menyampaikan, pihaknya telah menambah personel patroli dan memperketat penjagaan di beberapa titik strategis yang berpotensi terdampak.
Sejumlah titik tersebut yakni di sekitar Tol JORR–S dan Akses Tanjung Priok (ATP) yang disiagakan sejak pagi hingga malam hari untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali serta keamanan pengguna jalan terjaga.
"Kami memastikan operasional Tol JORR–S berjalan normal dan lalu lintas relatif lancar. Penambahan personel kami fokuskan pada akses gerbang utama. Langkah ini kami ambil agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjamin," ujar Untung dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 2 September.
Dia memastikan, saat ini Tol JORR–S masih dapat dilalui secara normal. Perseroan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan dan mengajak untuk senantiasa mengedepankan sikap saling menjaga.
"Perlu diingat jalan tol bukan sekadar jalur transportasi, melainkan aset strategis milik bersama yang harus kami jaga," katanya.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang terjadi pada Jumat, 29 Agustus lalu mengakibatkan sebanyak tujuh pintu tol di Jalan Tol Dalam Kota dibakar.
Massa aksi unjuk rasa memasuki Jalan Tol Cawang–Tomang+Pluit melalui beberapa akses, yakni di sekitar kawasan Kuningan, Semanggi dan Senayan.
BACA JUGA:
Berjalannya waktu, massa terus merangsek masuk ke jalan tol. Imbasnya, banyak fasilitas pelayanan jalan tol yang mengalami kerusakan.
Total sebanyak tujuh gerbang tol dibakar massa, yaitu GT Slipi 1; GT Slipi 2; GT Pejompongan; GT Senayan; GT Semanggi 1; GT Semanggi 2; dan GT Kuningan 1
Selain itu, fasilitas pelayanan jalan tol lain juga dirusak oleh massa, yakni lebih dari 20 unit water barrier, rubber cone, Median Concrete Barrier (MCB), CCTV jalan tol dan sarana pendukung jalan tol lainnya.