Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 9 September 2025, sempat dibuka turun 16,89 poin atau 0,22 persen ke level 7.749,95. Namun kembali menguat 0,16 persen atau 12,39 poin menjadi 7.779,24 pada pukul 09.05 wib, pasca penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,35 triliun dengan total volume saham yang diperdagangkan 2,40 juta saham dengan frekuensi 184.208 kali di awal perdagangan.

Adapun, 213 saham tercatat melemah, 252 menguat, dan 176 saham stagnan.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal terkoreksi saat pasar menanti kebijakan menteri baru pada perdagangan hari ini, Selasa, 9 September. Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut IHSG hari ini bakal bergerak pada rentang resistance 7.850, pivot 7.800, dan support 7.630.

Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup melemah di level 7.766,85 (1,28 persen) pada perdagangan kemarin. Sebelumnya indeks cenderung bergerak di teritori positif, namun seiring dengan adanya berita reshuffle atas sejumlah Menteri, termasuk Menteri Keuangan, membuat indeks berbalik melemah yang terutama disebabkan oleh tekanan pada saham perbankan.

"Reaksi pasar ini akibat kekhawatiran akan terjadinya ketidakpastian dan perubahan kebijakan ekonomi. Investor diperkirakan akan mencermati kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pejabat baru, apakah sesuai dengan harapan pasar dan berdampak positif terhadap ekonomi,” tulis Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebutkan, beberapa indikator mengindikasikan pelemahan berlanjut. IHSG juga turun di bawah level MA20 di sekitar 7842. Sehingga dalam jangka pendek diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support di 7.630-7.650.

“Namun koreksi akibat reshuffle dapat hanya merupakan kepanikan sesaat, investor akan mencermati perkembangan dan kebijakan menteri baru,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas memaparkan, cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2025 turun menjadi US$150.7 miliar dari US$152 miliar di Juli 2025. Meskipun turun pada level terendah dalam sembilan bulan terakhir, namun masih pada level yang solid karena masih mampu membiayai 6.3 bulan impor atau 6.1 bulan impor dan pembayaran utang.

“Penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi rupiah oleh BI di tengah fluktuasi pasar uang global,” tambah Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menambahkan, penjualan sepeda motor di Indonesia tumbuh 0,7 persen YoY pada bulan Agustus 2025, membaik dari bulan Juli 2025 yang turun 2 persen YoY. Kenaikan secara YoY ini merupakan yang pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, seiring dengan turunnya BI Rate.

Phintraco Sekuritas mengatakan, indeks di Wall Street ditutup menguat pada Senin kemarin. Investor menantikan data PPI pada Rabu 10 September, dan CPI pada Kamis 11 September. Penguatan pada saham sektor teknologi mendorong Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) penutupan.

Sementara itu, lanjut Phintraco Sekuritas, indeks di bursa Eropa ditutup menguat kemarin. US 10-year Bond Yield turun 4 bps ke level 4.044 persen, menantikan data inflasi. Sedangkan harga emas spot naik 1,2 persen di level 3,632 dolar AS per troy ons, didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas di tanggal cantik 9-9 ini, yaitu HMSP, ASII, GGRM, BSDE dan SIDO.