Bagikan:

YOGYAKARTA - Revolusi industri dimulai oleh Inggris pada abad ke 18. Inggris mengawali perubahan dalam berbagai sektor. Revolusi industri yang terjadi ternyata dapat mengubah cara kerja manusia dalam memproduksi barang, yang saat itu mendayagunakan mesin uap.  Penggunaan mesin uap terbukti dapat meningkatkan efektivitas, dan juga mempersingkat waktu proses produksi.  Revolusi industri menjadi fase atau proses perubahan yang cepat dan mendasar, menyangkut pengenalan teknologi mesin, khususnya dalam bidang ekonomi. Namun, adakah dampak revolusi industri? Simak pembahasannya di bawah ini.

Latar belakang 

Revolusi industri digagas oleh Frederich Engels dan Louis Auguste Balnqui pada pertengahan abad ke-19 Masehi.

Revolusi industri di Inggris berawal dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Mesin uap tersebut adalah penggerak utama proses produksi hingga akhirnya menggantikan mesin yang menggunakan tenaga air, udara, dan juga manusia. 

Penemuan mesin uap tersebut menjadi pemicu adanya industrialisasi di Inggris. Dikutip dari buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern (2012) oleh Wahjudi Djaja, pada akhir abad ke-18 Masehi, pabrik-pabrik di Inggris mulai menciptakan cara kerja baru dengan mengandalkan mesin uap.

Revolusi Industri mengubah Inggris sebagai negara industri yang maju dan modern. Sehingga Inggris menduduki urutan pertama dalam produktivitas perusahaan besi dan tekstil. 

Beberapa faktor yang mendorong kemunculan revolusi industri di Inggris antara lain:

  • Terjadinya Aufklarung (masa pencerahan) pada abad ke-17 hingga 18 Masehi di Eropa.
  • Kegiatan kewirausahaan berbasis manufaktur di Inggris mulai berkembang.
  • Tuntutan pasar Eropa yang menghendaki proses produksi massal.
  • Stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan di kawasan Inggris.
  • Terdapat jaminan hukum dan penghargaan terhadap penemuan-penemuan baru.
  • Arus urbanisasi diterapkan pemerintah Inggris

Dampak Revolusi Industri

Dalam buku Revolusi Industri: Sebab dan Dampaknya (2017) karya Anisa Septianingrum, Revolusi Inggris memberikan dampak yang masif pada segala aspek kehidupan masyarakat dunia. Di bawah ini adalah dampak positif dan negatif Revolusi Industri:

Dampak positif revolusi industri

Revolusi industri menimbulkan beberapa dampak positif, antara lain:

  • Peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam segi produksi dan distribusi produk
  • Barang melimpah dengan harga murah
  • Pertumbuhan ekonomi semakin cepat
  • Sistem transportasi semakin berkembang

Dampak negatif revolusi industri 

Revolusi industri juga memberikan dampak negatif sebagai berikut:

  • Perusahaan kecil yang tidak mampu bersaing mengalami kebangkrutan
  • Buruh diberi upah yang rendah
  • Munculnya kesenjangan ekonomi masyarakat
  • Sektor agraris semakin merosot
  • Pencemaran air, udara, dan juga tanah yang berefek pada kesehatan masyarakat.

Adakah dampak revolusi industri bagi Indonesia?

Keberadaan revolusi industri tidak hanya berdampak pada kehidupan global, melainkan juga di Indonesia. Beberapa dampak revolusi industri bagi Indonesia, antara lain: 

  • Munculnya imperialisme modern di Indonesia
  • Munculnya industri gula
  • Penerapan kebijakan Undang-Undang Gula (Suiker Wet) oleh pemerintah kolonial Belanda
  • Jalur kereta api di Pulau Jawa mulai dibangun

Demikianlah ulasan tentang dampak revolusi industri. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.