JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Cilincing aktif berkontribusi dalam memperluas cakupan perlindungan pekerja, khususnya bagi pekerja bukan penerima upah (BPU), dengan berpartisipasi di Festival Kalibaru 2025.
Dengan membuka booth layanan khusus, inisiatif ini tidak hanya memberikan edukasi tentang program dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memfasilitasi pendaftaran langsung bagi para pekerja informal.
Kegiatan yang berlangsung di Plaza Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, ini menjadi ajang strategis bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau masyarakat pekerja yang selama ini mungkin belum terlindungi.
Fokus utamanya adalah sektor BPU, seperti pedagang kaki lima, ojek online, atau pekerja lepas, yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja atau kehilangan pendapatan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, Rita Mariana, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam membangun kesadaran kolektif.
"Kehadiran kami di Festival Kalibaru 2025 adalah upaya nyata untuk mendekatkan layanan jaminan sosial kepada masyarakat. Melalui booth ini, kami tidak hanya mengedukasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, tapi juga langsung membantu pendaftaran agar lebih banyak pekerja BPU terlindungi," ujar Rita Mariana, Rabu, 3 September.
Selain edukasi dan pendaftaran, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing memaksimalkan peran PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) sebagai ujung tombak dalam penyebaran informasi.
BACA JUGA:
PERISAI, yang terdiri dari relawan terlatih, bertugas menyampaikan edukasi secara langsung dan memfasilitasi proses pendaftaran bagi tenaga kerja di sektor informal.
"PERISAI menjadi kunci sukses kami karena mereka langsung berinteraksi dengan masyarakat, membangun kesadaran tentang pentingnya jaminan sosial untuk masa depan yang lebih aman," tambah Rita Mariana.
Rita berharap partisipasi BPJS Ketenagakerjaan di festival ini dapat menambah jumlah peserta baru.
"Sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan," pungkasnya.