JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,53 persen ke posisi 7.830 dan mencatat tekanan jual dari investor asing atau net foreign sell sebesar Rp1,12 triliun pada Jumat, 29 Agustus, bertepatan dengan maraknya aksi demonstrasi nasional.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Irvan Susandy menyampaikan, fluktuasi pasar seperti yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika yang wajar dalam dunia investasi dan pihaknya tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia.
"Ini kan dinamika market yang aku pikir ini akan terjadi seperti ini ya. Tapi saya yakin dengan fundamental kuat negara kita market kita bagus mereka akan balik lagi," ujarnya kepada wartawan di Gedung BEI, Senin, 1 September.
Irvan mencontohkan saat proses rebalancing MSCI beberapa waktu lalu, pasar mencatatkan aliran dana masuk (inflow) yang cukup besar dan ini menunjukkan minat dan partisipasi aktif dari investor asing.
"Itu ya pasti kan karena asing juga kan Jadi berharap momentum ini Bisa terus kita jaga Ini memang dinamika market lah Momentum yang terus positif ini yang kita harus jaga," tuturnya.
Irvan menegaskan, secara fundamental, kondisi pasar modal Indonesia masih solid.
Hal ini juga tercermin dari meningkatnya bobot saham-saham emiten Indonesia dalam indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Fundamentally negara kita bagus ya. Sebenernya kan juga saat sekarang kan Indeks kita juga kemarin kan sudah MSCI rebalance weight kita naik, ada inclusion FTSE juga ada inclusion dan kemungkinan weightnya juga naik. Nah ini memang menunjukkan market kita Bagus, negara kita kuat," ungkapnya.
BACA JUGA:
Menurutnya, pengakuan ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek pasar modal domestik, serta pihaknya tetap mencermati perkembangan situasi keamanan nasional agar tidak mengganggu momentum yang telah dibangun.
"Nah ini dinamika yang ini, yang kita coba pantau dan mudah-mudahan tidak mengakibatkan yang sudah baik ini kembali lagi, gitu ya. Kita berharap terus ini akan terus membaik," ucapnya.
Irvan juga menyampaikan fluktuasi IHSG adalah bagian wajar dari pergerakan pasar, dan selama proses rebalancing indeks MSCI berlangsung, IHSG sempat mencatatkan arus masuk dana asing yang cukup signifikan.
"Jadi berharap momentum ini bisa terus kita jaga, ini memang dinamika market lah. Tetapi momentum yang terus positif ini yang kita harus jaga," imbuhnya.
Terkait keputusan untuk tetap membuka perdagangan bursa hari ini di tengah situasi nasional, Irvan menjelaskan hal tersebut didasari oleh keyakinan pihaknya kondisi pasar masih dalam keadaan baik dan terkendali.
"Karena kita percaya kita baik-baik aja," pungkasnya.