JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menawarkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kemudian untuk MBG, apabila SPPG-SPPG ada yang menghadapi kekurangan beras, bisa juga menggunakan beras Bulog SPHP. Ini juga bisa dikerjakan. Jangan sampai berasnya sulit, semisal kebetulan harga yang premium tinggi. Jadi silakan bisa langsung dengan Bulog setempat," kata Arief dalam keterangannya.
Beras SPHP ini, lanjut Arief, kini bisa diperoleh melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kebijakan ini sekaligus memberikan hak istimewa bagi koperasi tersebut untuk menjadi outlet resmi penyalur beras SPHP.
"Koperasi Desa Merah Putih, begitu sudah siap gerainya, maka sudah bisa langsung jualan beras SPHP. Jadi langsung menjadi outlet. Itu salah satu privilege bagi Kopdes Merah Putih supaya bisa langsung jual SPHP. Lalu kalau ada daerah yang berasnya langka, segera informasikan ke Bulog setempat, karena akan kami eksekusi secara cepat di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Hingga 28 Agustus, realisasi penyaluran beras SPHP periode Juli–Desember 2025 telah mencapai 82.200 ton.
Distribusi melalui Koperasi Merah Putih bahkan meningkat pesat, dari hanya 53,72 ton pada awal Agustus menjadi 379,8 ton atau naik tujuh kali lipat.
Adapun harga beras SPHP tetap stabil, yakni Rp 12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100 per kilogram untuk Sumatera (kecuali Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500 per kilogram untuk Maluku dan Papua.
BACA JUGA:
Selain beras, pemerintah juga menyiapkan rencana pengembangan usaha Koperasi Merah Putih ke sektor pangan pokok strategis lainnya, termasuk distribusi sapi hidup dari peternak lokal.
"Ke depan, hasil diskusi dengan Bapak Menko Pangan, kalau bisa, nanti kita bisa jualan sapi hidup juga di Kopdes Merah Putih. Nanti kita bisa jualan sapi hidup. Ini karena daging sapi yang diimpor itu tidak ada keuntungan sama sekali untuk masyarakat luas," kata Arief.