Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan hari ini, Jumat, 22 Agustus, setelah kemari ditutup turun 0,67 persen atau terpangkas 53,11 poin ke level 7.890,71.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, koreksi IHSG kemarin masih disebabkan aksi profit taking terhadap sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar.

“Secara teknikal, meskipun secara menengah panjang tren IHSG masih bullish, namun beberapa indikator menunjukkan potensi koreksi jangka pendek,” jelas Phintraco Sekuritas.

IHSG diprediksi bakal bergerak sideways cenderung melemah dalam rentang support 7.800 dan resistance 7.930. Sentimen pengiringnya, adalah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II tahun 2025 yang mencapai 3 miliar dolar AS, naik dari posisi defisit sebesar 228 juta dolar AS di kuartal I dan relatif sama dibandingkan dengan kuartal II tahun sebelumnya.

Hal itu menandai defisit neraca transaksi berjalan selama sembilan triwulan berturut-turut dan merupakan defisit terbesar sejak kuartal II tahun 2024, setara dengan 0,8 persen produk domestik bruto (PDB).

Adapun, Bank Indonesia menargetkan defisit transaksi berjalan sekitar 0,5-1,3 persen PDB pada tahun ini.

Selain itu, investor juga akan mencermati data uang beredar M2 bulan Juli yang diperkirakan naik 6,7 persen YoY dan lebih tinggi dari pertumbuhan 6,5 persen YoY di bulan Juni.

“Akselerasi jumlah uang beredar M2 menandakan aktivitas ekonomi dan likuiditas mulai meningkat, yang disinyalir salah satunya berkat pemangkasan BI rate (suku bunga acuan) serta adanya bansos dari pemerintah,” jelas Phintraco Sekuritas.

Dari Amerika Serikat, pasar juga bakal menanti pidato chairman bank sentral AS The Fed, Jerome Powell pada simposium di Jackson Hole besok.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan, antara lain PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Cipta Niaga Multiguna Tbk (CNMA), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).