JAKARTA – Bank Jakarta meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang Lomba Digitalisasi Pasar yang digelar Pemprov DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).
Penghargaan yang diterima antara lain Mitra Perbankan Terbaik untuk kategori Pasar B (Pasar Koja) dan Pasar A (Pasar Mayestik), serta Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.
Pramono menyebut digitalisasi pasar menjadi langkah penting untuk mendorong efisiensi transaksi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.
"Digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Kalau proses literasinya tidak dilombakan, perbankannya tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lonjakan. Hasilnya luar biasa, penggunaan QRIS di 20 pasar meningkat hampir 47 persen, NPWP pedagang naik signifikan, dan transaksi e-commerce melonjak lebih dari 40 persen," ujar Pramono di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Agustus.
Menurutnya, digitalisasi juga membawa dampak sosial, mulai dari menekan praktik pencopetan hingga mengurangi premanisme di pasar. Ia menambahkan, kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,61 persen dengan pertumbuhan 5,18 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen.
BACA JUGA:
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan pihaknya menjadikan lomba ini sebagai momentum untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM.
"Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya mempermudah transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi UMKM masuk dalam sistem keuangan formal," ucap Agus.
Kepala Pasar Mayestik, Dewi Ratna Furi, juga menyambut baik penghargaan yang diterima. Menurutnya, kolaborasi dengan Bank Jakarta menjadi langkah strategis untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menegaskan pihaknya akan terus memperluas kerja sama dengan Pasar Jaya. "Kami meyakini digitalisasi pasar akan berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Arie.
Sebagai informasi, dari 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, sebanyak 20 pasar tradisional dijadikan lokasi percontohan digitalisasi. Mereka bersaing dalam kategori Program Literasi Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif.