Bagikan:

JAKARTA - Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menyampaikan untuk perdagangan hari Kamis, 21 Agustus, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan tetap fluktuatif dengan potensi melemah lebih lanjut, terutama jika sentimen global tetap menekan.

"Risalah rapat The Fed dan pernyataan dari pejabat The Fed akan menjadi fokus utama. Jika ada sinyal bahwa The Fed akan menunda pelonggaran kebijakan moneter, dolar AS bisa menguat tajam," ujarnya kepada VOI, Kamis, 21 Agustus. 

Sutopo menyampaikan, pasar akan terus mencerna keputusan suku bunga BI dan jika ada kekhawatiran penurunan suku bunga yang terlalu agresif dapat memicu inflasi atau ketidakstabilan, rupiah bisa terus melemah.

Dia menjelaskan, pergerakan rupiah pada Rabu kemarin terpantau stabil terhadap dolar AS dimana pada pembukaan perdagangan, 20 Agustus 2025, rupiah berada di level Rp16.302 per dolar AS. 

Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh Indeks dolar AS (DXY) yang juga relatif stabil dan didorong oleh ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). 

"Meskipun pasar memperkirakan adanya penurunan suku bunga, investor tetap berhati-hati menjelang rilis risalah rapat The Fed dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole. Penguatan dolar AS secara global menekan mata uang lain, termasuk rupiah," jelasnya. 

Selain itu, Sutopo menyampaikan bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) yang tak terduga memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,0 persen memberikan tekanan tambahan pada rupiah. 

Dia menambahkan, penurunan suku bunga ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain dapat membuat mata uang domestik kurang menarik bagi investor yang mencari imbal hasil tinggi, sehingga mendorong arus modal keluar dan melemahkan rupiah.

Sutopo menyampaikan, berdasarkan kondisi saat ini dan sentimen yang ada, nilai tukar rupiah diperkirakan terhadap dolar AS pada Kamis, 21 Agustus akan bergerak dalam rentang Rp16.250 per dolar AS hingga Rp16.350 per dolar AS. 

"Kisaran ini dapat berubah dengan cepat tergantung pada rilis data ekonomi AS dan perkembangan pernyataan dari bank sentral," pungkasnya.

Untuk diketahui, mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada hari Kamis, 21 Agustus, Kurs rupiah spot ditutup melemah 0,16 persen ke level Rp16.272 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,31 persen ke level harga Rp16.291 per dolar AS.