JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 19 Agustus diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Senin, 18 Agustus, Kurs rupiah spot ditutup melemah 0,18 persen ke level Rp16.198 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada Jumat 15 Agustus ditutup turun 0,33 persen ke level harga Rp16.162 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada hari Jumat untuk membahas persyaratan gencatan senjata dengan Ukraina.
"Trump mengancam akan memberikan konsekuensi berat jika Putin tidak menyetujui perdamaian, mengingat presiden AS sebelumnya telah mengancam tarif tinggi terhadap pembeli utama minyak Rusia, yaitu India dan Tiongkok," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Selasa, 19 Agustus.
Ibrahim menambahkan tindakan Trump terhadap ancamannya, dikombinasikan dengan pembatasan tambahan yang menargetkan industri minyak Rusia, dapat semakin memperketat pasokan global, menambah tekanan pada harga minyak mentah.
Menurutnya para analis mengatakan pembatasan yang lebih ketat terhadap ekspor energi Moskow kemungkinan akan memperburuk kendala pasokan yang ada, terutama di Eropa dan sebagian Asia yang masih sangat bergantung pada minyak mentah dan produk olahan Rusia.
Ia menyampaikan dampak pasar dapat berayun tajam ke arah sebaliknya jika AS bergerak untuk melonggarkan sanksi atau menawarkan keringanan terbatas dengan imbalan konsesi dari Moskow.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa Utang Luar Negeri atau ULN pada kuartal kedua 2025 tembus 433,3 miliar dolar AS atau setara Rp6.976,1 triliun (sesuai kurs Jisdor BI per 14 Agustus 2025 Rp16.109 per dolar AS).
Adapun, posisi ULN Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat sebesar 433,3 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 6,1 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I 2025 sebesar 6,4 persen (yoy).
Pelambatan pertumbuhan ULN dari kuartal I 2025 itu dipengaruhi oleh ULN swasta yang melanjutkan kontraksi pertumbuhan dari tiga bulan sebelumnya.
BACA JUGA:
Berdasarkan komposisinya, ULN pemerintah pada April-Juni 2025 sebesar 210,1 miliar dolar AS atau setara Rp3.382,6 triliun. Nilainya tumbuh sebesar 10 persen (yoy) jika dibandingkan April-Juni 2024. Pertumbuhannya juga melesat dari kuartal I 2025 yakni sebesar 7,6 persen (yoy).
Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 19 Agustus 2025 dalam rentang harga Rp16.120 - Rp16.230 per dolar AS.