JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman buka suara soal banyaknya penggilingan padi kecil yang tutup belakangan ini. Dia bilang kondisi tersebut bukanlah fenomena baru.
“Ada yang menulis kemarin bahwasannya, pabrik (penggilingan) kecil tutup, itu sudah lama terjadi,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Minggu, 17 Agustus.
Amran bilang fenomena itu terjadi akibat ketidakseimbangan kapasitas giling dengan produksi padi. Dia bilang jumlah penggilingan kecil di Indonesia mencapai 161.000 unit, dengan kapasitas giling mencapai 116 juta ton per tahun.
Sementara, sambung Amran, produksi padi nasional hanya sekitar 65 juta ton. Artinya, kapasitas giling jauh melampaui jumlah produksi sehingga banyak mesin yang menganggur.
“Kalau kapasitas 116 juta, kemudian produksi padi Indonesia hanya 65 juta ton, idle nggak?,” katanya.
Sekadar informasi, mesin idle adalah mesin penggilingan padi tidak beroperasi karena kapasitas giling lebih besar dibandingkan jumlah gabah yang tersedia. Jadi mesin ada, tapi sering tidak dipakai karena bahan bakunya terbatas.
BACA JUGA:
Selain persoalan kapasitas, sambung Amran, faktor musiman juga memperparah. Produksi padi terkonsentrasi pada Januari hingga Juni yang menyumbang 70 persen panen. Akibatnya, pada semester kedua pasokan bahan baku menurun, membuat sebagian penggilingan tidak beroperasi.
Menurutnya, ketimpangan harga antara penggilingan besar dan kecil turut menambah beban. Pemain besar mampu membeli gabah dengan harga lebih tinggi sehingga menggeser ruang gerak penggilingan kecil.
“Yang besar harusnya tidak masuk mengganggu yang kecil. Karena yang kecil, kalau dia beli Rp6.500, yang besar beli Rp6.700. Kalau yang kecil naik Rp6.700, yang besar beli Rp7.000. Artinya, yang kecil terganggu,” tegasnya.
Meski begitu, Amran menyebut ada peluang baru bagi penggilingan kecil. Turunnya penjualan beras premium di supermarket modern belakangan ini justru meningkatkan permintaan di pasar tradisional, yang menjadi ruang hidup bagi penggilingan kecil.
“Ini berkah bagi penggilingan kecil dan pasar tradisional,” ucap Amran.