Bagikan:

JAKARTA - Ketua Banggar DPR Said Abdullah menilai bahwa pidato Nota Keuangan Presiden Prabowo Subianto tahun ini akan menjadi sorotan, terutama karena masa transisi pemerintahan baru berjalan sekitar 10 bulan.

"Kalau melihat siapa yang kerja, karena ini memang transisi baru berjalan hampir 10 bulan. Bahwa ada tanda-tanda perbaikan yang signifikan harus kita akui," ujar Said, Jumat, 15 Agustus.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren positif dimana pada kuartal I 2025, ekonomi tumbuh sebesar 4,87 persen, dan meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II 2025.

Said berharap memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo Subianto dapat membawa perubahan nyata, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Karena kita jujur saja terteter di bab SDM, sehingga apapun yang kita effort lakukan oleh merentah, tetap kata kuncinya adalah bagaimana meningkatkan SDM kita menjadi SDM yang unggul," ujarnya.

Said menambahkan dalam pidato Nota Keuangan nanti, sebaiknya fokus diarahkan pada agenda-agenda fundamental pembangunan manusia, seperti yang tercantum dalam visi pembangunan jangka panjang (Asta Cita), yaitu Pendidikan untuk semua, Peningkatan kualitas layanan kesehatan yang inklusif, dan Penyediaan makan bergizi gratis (MBG) bagi pelajar.

Ia menjelaskan jika program-program ini dijalankan secara simultan dan masif, sehingga bisa berharap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia membaik.

"Simultan ini dilaksanakan serentak, maka kita punya harapan ICOR kita akan jauh nantinya setidaknya samalah dengan Vietnam. Kalau Vietnam hari ini bisa 4,6, kita di 6,1, 6,2, maka dengan akselerasi program pemerintah itu bisa dicapai," tegasnya.