Bagikan:

JAKARTA - PT PGN Tbk (PGAS) memiliki sejumlah cara untuk mengatasi tantangan infrastruktur demi menyalurkan kebutuhan gas kepada pelanggan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, sebagai salah satu solusi atas tantangan infrastruktur, PGN mulai memperkenalkan produk Liquified Natural Gas (LNG) tau gas alam cair kepada pelanggan.

Menurutn Fajriyah, PGN telah memiliki fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Lampung untuk regasifikasi LNG. Untuk informasi, regasifikasi merupakan proses mengubah LNG kembali menjadi gas

"Sekarang sudah semakin banyak (LNG) karena memang adanya keterbatasan pasokan dari gas pipa. Jadi, fasilitas kami untuk regasifikasi juga semakin meningkat gitu ya optimalisasinya," ujar Fajriyah kepada awak media di Jakarta, Kamis, 14 Agustus.

Kendati demikian, Fajriyah menyebut anak usaha Pertamina dengan kode saham PGAS ini juga mengalami tantangan dari sisi harga ketika memperluas pemasaran LNG.

Dikatakan Fajriyah, terdapat biaya tambahan untuk melakukan regasifikasi yang kerap dianggap memberatkan pagi pelanggan.

"Memang harga dari LNG itu juga lebih tinggi dari harga gas pipa, yaitu akhirnnya memang menjadi salah satu hal yang mempengaruhi harga gas secara umum di industri," jelas dia.

Untuk informasi, saat ini PGN tengah mempercepat pembangunan jaringan pipa dan infrastruktur LNG sebagai tulang punggung energi nasional.

Proyek strategis seperti pipa transmisi lintas Sumatera–Jawa, Terminal LNG Arun, hingga revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan menjadi kunci untuk menjawab mismatch pasokan dan permintaan gas—khususnya antara wilayah timur yang kaya cadangan, dan barat yang tinggi konsumsi.

PGN juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah, termasuk dalam penyediaan alokasi gas domestik dan dukungan regulasi yang memungkinkan PGN menjalankan mandat strategis secara optimal. Dukungan ini menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan pasokan dan keterjangkauan harga gas bumi bagi masyarakat dan industri.

PGN juga aktif menjajaki prospektif kontrak dengan produsen gas dalam negeri, termasuk Inpex Masela dan Mubadala-Andaman, guna menjamin keandalan pasokan jangka panjang. Di sisi harga, PGN terus berupaya menjaga keterjangkauan dengan strategi portofolio pasokan, efisiensi infrastruktur, dan formulasi harga yang menyesuaikan daya beli pelanggan.