Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi yang dilakukan perusahaan teknologi Apple di Amerika Serikat tidak akan berpengaruh terhadap realisasi investasi di Indonesia.

Hal ini bermula dari Apple yang telah mengumumkan rencana investasi besar-besaran senilai 600 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.774 triliun di Amerika Serikat.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan, dalam kurun waktu 4 tahun, target pelaku usaha adalah meningkatkan daya saing dari produk

“Insyaallah tidak (terpengaruh),” ujar Nurul kepada awak media di Gedung BKPM, Rabu, 13 Agustus.

Dia melanjutkan, daya saing tersebut me;iputi kualitas produk hinga persaingan harga.

Menurut dia, jika Apple memproduksi semua komponennya di Amerika, maka produk-produk yang dihasilkan tidak bisa dijual di luar AS.

Di sisi lain, terdapat keterbatasan jika Apple memproduksi semua komponennya di Amerika Serikat karena terdapat kendala di sisi produksi di AS terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan produk-produk Apple yang dibuat di China dan Vietnam.

“Menurut saya, logikanya tidak mungkin Apple mengambil kebijakan seperti itu. Pasti dia akan menyuplai Apple dengan produk yang dibuat di China atau Vietnam,” sambung dia.

Untuk itu ia mengaku percaya diri jika investasi Apple di AS tidak akan berpengaruh pada rencana investasi di Indonesia.

Sekadar informasi, Apple baru-baru ini menaikkan total komitmen investasinya di AS dari 500 miliar menjadi 600 miliar dolar AS dalam empat tahun ke depan.

Investasi ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, terutama di bidang produksi komponen dan dukungan teknis, meskipun perakitan akhir iPhone tetap dilakukan di luar negeri.

Namun Presiden Donald Trump kini secara terbuka mengakui bahwa  iPhone yang sepenuhnya dirakit di Amerika masih merupakan impian yang sulit terwujud.

Dalam konferensi pers, Trump justru menyoroti kontribusi Apple terhadap perekonomian AS melalui produksi komponen dan penciptaan lapangan kerja, alih-alih menuntut perakitan akhir iPhone dilakukan di dalam negeri.

Selama bertahun-tahun, wacana iPhone “Made in America” menjadi slogan politik yang sering digaungkan, terutama oleh pemerintahan Trump.

Namun pada kenyataannya, hal itu belum pernah benar-benar mendekati kenyataan.

Dengan pengumuman terbaru ini, fokus pemerintah tampaknya bergeser dari mimpi idealis ke pencapaian realistis berupa investasi dan penciptaan lapangan kerja.