Bagikan:

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) buka suara terkait perbedaan data prouksi minyak mentah dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepanjang semester I-2025.

Asal tahu saja, Kementerian ESDM melaporkan kinerja produksi minyak bumi pada bulan Juni mencapai 608,1 MBOPD atau 100,5 persen dari target yang dipatok sebesar 605 MBOPD.

Sementara itu, rerata produksi semester I mencapai 602,4 MBOPD atau sebesar 99,5 persen dari target.

Di sisi lain, SKK Migas melaporkan produksi minyak Januari-Juni 2025 sebesar 579,3 BOPD atau sekitar 95,8 persen dari target

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro mengatakan, sejatinya tidak ada perbedaan data antara Kementerian ESDM dengan SKK Migas terkait produksi minyak. Menurutnya, data yang dipaparkan Kementerian ESDM saat konferensi pers capaian kinerja Semester I merupakan data yang bersumber dari SKK Migas.

"Sebetulnya tidak ada perbedaan data antara KESDM dengan SKK Migas terkait produksi minyak, karena data di Kementerian ESDM berasal dari SKK," ujar Hudi kepada awak media di Jakarta, Rabu, 13 Agustus.

Menurut Hudi, data yang dipaparkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah mencakup minyak bumi, kondensat dan gas alam cair atau LNG, sementara data SKK Migas tidak mencantumkan LNG, hanya minyak dan kondensat.

"Saat konferensi pers kinerja tengah tahun hulu migas 2025 yang diselenggarakan oleh SKK Migas pada bulan Juli pada produksi minyak belum memasukkan NGL," tandas dia.