JAKARTA - Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang asing Australian Dollar (AUD) (Kangaroo Bond).
Transaksi perdana ini dilakukan melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN).
Pemerintah telah menerbitkan dua seri obligasi dalam mata uang Dolar Australia (AUD), yaitu RIAUD0830 dan RIAUD0835.
Seri RIAUD0830 memiliki tenor 5 tahun, dengan tanggal jatuh tempo pada 14 Agustus 2030.
Nominal penerbitan sebesar 500 juta dolar Australia, dengan kupon sebesar 4,40 persen.
Yield yang ditawarkan adalah 4,427 persen, dengan harga re-offer sebesar 99,880 persen dan reoffer spread sebesar SQ ASW + 90 bps.
Seri RIAUD0835 memiliki tenor 10 tahun, dengan tanggal jatuh tempo pada 14 Agustus 2035.
Nominal penerbitan sebesar 300 juta dolar Australia, dengan kupon sebesar 5,30 persen.
Yield yang ditawarkan adalah 5,380 persen, dengan harga re-offer sebesar 99,387 persen dan reoffer spread sebesar SQ ASW + 135 bps.
Adapun tanggal pricing ditetapkan pada 7 Agustus 2025, dan tanggal setelmen/penerbitan dijadwalkan pada 14 Agustus 2025.
Pemerintah mengumumkan secara resmi pembukaan penawaran perdana penerbitan Kangaroo Bond pada tanggal 7 Agustus 2025.
Penawaran ini berhasil menarik minat investor global, termasuk investor yang berbasis di Australia, hingga mencapai total orderbook sekitar 8 miliar dolar Australia.
Tingginya permintaan tersebut memungkinkan Pemerintah untuk menetapkan tingkat imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dibandingkan level penawaran awal (Initial Price Guidance), dengan penurunan sebesar 25 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 30 bps untuk tenor 10 tahun.
Final reoffer spread masing-masing ditetapkan pada level SQ ASW +90 bps dan SQ ASW +135 bps.
Dengan demikian, yield untuk tenor 5 tahun adalah 4,427 persen, sementara untuk tenor 10 tahun 5,380 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, penerbitan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat potensi masuknya investasi dari investor Australia di masa mendatang.
“Penerbitan perdana Kangaroo Bond oleh Pemerintah Indonesia merupakan langkah strategis dalam rangka diversifikasi pembiayaan APBN, memperluas basis investor global, sekaligus menjadi milestone peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia," ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 8 Agustus.
Dia menambahkan tingginya minat investor global termasuk investor domestik Australia ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.
Treasurer of Australia Jim Chalmers menyampaikan pihaknya sangat senang melihat betapa cepat dan antusiasnya pasar dalam merespon obligasi Australian Dolar pertama dari Pemerintah Indonesia.
"Obligasi ini merupakan contoh kemitraan bidang ekonomi yang solid antara Australia dan Indonesia,” ujarnya.
BACA JUGA:
Adapun hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2025.
Selain itu, obligasi yang diterbitkan pada transaksi kali ini memperoleh peringkat Baa2 oleh Moody's, BBB oleh Standard & Poor's, dan BBB oleh Fitch.
Untuk informasi, ANZ, Standard Chartered Bank, dan UBS Bank bertindak sebagai Joint Lead Managers dalam transaksi ini.