Bagikan:

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa penyebab utama melesatnya pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) karena makin mudahnya perizinan investasi.

Sekadar informasi, PMTB kontribusinya kedua terbesar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) yaitu 27,83 persen, tumbuh hingga 6,99 persen melonjak tajam dibanding pertumbuhan kuartal I-2025 yang hanya 2,21 persen.

Bahkan, menjadi yang tertinggi selama tiga tahun terakhir.

“Alhamdulillah memang investasi di kuartal II ini mengalami peningkatan yang sangat-sangat baik, karena memang ada beberapa. Salah satunya juga perubahan yang kami lakukan, kita ingin lebih memberikan kepastian dari segi perizinan maupun izin, dari segi waktunya,” tuturnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa, 5 Agustus.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan, para investor sudah semakin mudah mendapatkan kepastian waktu perolehan izinnya yang dijamin lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025, menggantikan PP Nomor 25.

“Itu PP-nya sudah memberikan kepastian dari segi perizinan. Karena sekarang melibatkan lebih dari 18 kementerian dan badan. Kalau dulu sudah ada perjanjian service level agreement jangka waktu perizinan 10 hari, kenyataannya mungkin bisa lebih. Tapi dengan adanya PP 28 kita terapkan fiktif positif,” katanya.

Rosan bilang kepastian perizinan ini telah direspons oleh berbagai pihak. Mulai dari investor dalam maupun luar negeri hingga berbagai kamar dagang dunia usaha di berbagai dunia.

“Dari US ABC, Asian Business Council, dari MCHAMP, dari EuroCham yang kebetulan baru bertemu dengan kami dan menyampaikan ini adalah suatu hal yang sangat-sangat positif, yang memberikan kepastian terutama dari segi waktu atau timing dari perizinan yang mungkin selama ini menjadi semakin baik,” tuturnya.

Rosan bilang, seluruh proses perizinan kini diintegrasikan ke dalam sistem Online Single Submission (OSS) sesuai arahan presiden.

Tujuannya, untuk memperkuat iklim usaha dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Ini juga kita integrasikan secara full dan elektronik di dalam OSS kami yang memang terus coba kita tingkatkan, kita sempurnakan. Dan ini juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden langsung, agar iklim investasi di kita ini bisa terus meningkat dan menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.