JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan setidaknya terdapat 80 cekungan minyak dan gas bumi di Indonesia yang belum tereksplorasi.
Ketua Tim Kerja Rekomendasi Wilayah Keprospekan Mineral dan Gas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indra Nurdiana menyebut dari sekitar 128 cekungan yang dimiliki, industri hulu migas Indonesia baru bisa berproduksi pada 20 cekungan. Sementara itu terdapat 100 cekungan lain yang belum diproduksi.
"Kalau kita lihat sebenarnya wilayah kerja yang aktif hanya sekitar 20-an cekungan dan kita masih punya banyak sisanya lagi," ujar Indra dalam agenda Energi & Mineral Festival 2025 yang dikutip Kamis, 31 Juli.
Hal ini, menurut dia, menjadi salah satu penyebab Indonesia kekurangan data atas sebagian besar cekungan sehingga Indonesia masih kesulitan saat mencari investor di sektor hulu migas.
"Yang utama kita butuhkan adalah data. Tanpa data, kita tidak bisa memaparkan potensinya seperti apa. Jadi sebenarnya isu yang paling utama di sini adalah lack of data itu ada sekitar 80 cekungan kita benar-benar data geologi dan data bawah permukaannya kurang sekali," terang dia.
BACA JUGA:
Indra menambahkan, bersama SKK Migas, kementerian ESDM terus melakukan eksplorasi cekungan migas terutama di kawasan frontier sehingga ada angka potensi yang bisa dipresentasikan di hadapan investor.
"Walaupun masih jauh dari kata produksi, tapi yang namanya jauh kalau kita tidak memulai langkah ya kapan mau sampainya," kata Indra.
Lebih jauh Indra menyebut pemerintah tidak ingin mengulang kesalahan di era kejayaan hulu migas di mana Indonesia bahkan pernah menjadi anggota OPEC. Pada masa tersebut, Indonesia melupakan pentingnya kegiatan eksplorasi sehingga penurunan lifting terus terjadi. Hingga saat ini, angka lifting berada di kisaran 580.000 barel per hari (BOPD) untuk semester I/2025.
"Kalau untuk kita berbicara ketahanan energi, tentu kita harus eksplorasi WK baru, itu yang penting dilakukan. Kita jangan terlena karena kita punya seperti yang disampaikan tadi sekian tahun lalu kita masuk OPEC, kita menikmati tanpa mengeksplorasi," tandas dia.