Bagikan:

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ekonom senior sekaligus tokoh nasional, Kwik Kian Gie.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan pribadi dengan almarhum lantaran kerap memberi nasihat serta masukan.

Malah beberapa hari sebelum wafat, Kwik sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp (WA). Hal itu diungkapkan saat presiden melayat ke Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 30 Juli.

"Saya merasa dekat dengan beliau. Beliau banyak kasih nasihat ke saya. Bahkan beberapa hari lalu pun mengirim WA memberi saran-saran. Beliau masih terus memberi WA. Kita Indonesia kehilangan putra terbaik," ungkap Prabowo dalam keterangannya disadur dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai Kwik sebagai sosok yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Kwik Kian Gie dikenal sebagai salah satu pemikir ekonomi yang konsisten memperjuangkan sistem ekonomi kerakyatan berdasarkan konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.

"Saya datang untuk menghormati, berbelasungkawa. Pak Kwik seorang tokoh bangsa yang sangat berjasa. Pemikiran-pemikiran beliau sangat mempertahankan ekonomi Pancasila, ekonomi Pasal 33. Beliau seorang tokoh yang luar biasa," ucap presiden.

Kwik Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) pada periode 1999-2000.

Lalu menduduki posisi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas pada 2001-2004, serta menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999.