JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan telah terjadi pergeseran aliran modal dari Amerika Serikat ke negara-negara emerging market.
Menurutnya, pergeseran ini mendorong pelemahan mata uang dolar AS, sekaligus memperkuat beberapa mata uang negara lainnya.
Dia menyampaikan, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global serta gejolak di sektor perdagangan dan pasar modal, Bank Dunia dalam laporannya pada Juni 2025 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,9 persen berdasarkan purchasing power parity (PPP). Angka ini mengalami penurunan dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,2 persen.
"Untuk memberikan gambaran ketidakpastian telah menurunkan atau merevisi turun pertumbuhan ekonomi global seperti yang disampaikan bank dunia dari 3,2 persen ke 2,9 persen," ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK Tahun 2025, Senin, 28 Juli.
Selain itu, ia menyampaikan, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga memberikan pandangan serupa, dengan merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 dari 3,1 persen menjadi 2,9 persen.
"Ini adalah lingkungan yang kami amati dan kita waspadai. KSSK optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua akan tetap terjaga," ujarnya.
Sri Mulyani menyampaikan, optimistis tersebut didukung oleh konsumsi dan daya beli masyarakat yang masih tumbuh positif, serta ketahanan aktivitas dunia usaha yang cukup kuat didukung peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menjalankan fungsi counter-cyclical dan meningkatkan efektivitas distribusi pasar.
BACA JUGA:
Pemerintah juga telah meluncurkan berbagai stimulus ekonomi pada kuartal I dan II dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Stimulus ekonomi telah diluncurkan oleh pemerintah pada kuartal satu maupun kuartal dua serta dorongan dari program-program strategis pemerintah yang mulai berjalan. Juga dukungan terhadap sektor-sektor prioritas yang memberikan dukungan terhadap bertahannya pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, ia menyampaikan Pemerintah terus memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang paling rentan, serta bantuan untuk sektor-sektor yang terdampak langsung oleh situasi global yang penuh ketidakpastian.