Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar setiap desa mempunyai apotek yang menjual obat generik.

Ia pun melontarkan candaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai pembiayaan obat gratis untuk masyarakat yang tidak mampu di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Candaan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato di acara peluncuran 80.000 Kopdes Merah Putih di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Kemudian, harus ada apotek tiap desa yang menjual obat generik. Dan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu, kita upayakan tidak bayar. Kita upayakan. Yang mengupayakan Menteri Keuangan. Semakin stres itu,” tutur Prabowo dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 21 Juli.

Prabowo pun melanjutkan candaannya. Dia bilang rencana ini mulia seperti nama Mulyani.

Bahkan, kata Prabowo, jika rencana tersebut terealisasi maka Sri Mulyani akan dicintai oleh seluruh desa di Indonesia.

“Tapi tidak apa-apa bu, ini mulia. Nama Ibu kan Sri Mulyani. Jadi harus yang mulia-mulia, bu. Ibu akan dicintai oleh semua desa seluruh Indonesia. Biar yang galak presidennya aja,” ujarnya.

Terkait dengan Kopdes Merah Putih, Prabowo bilang nantinya tiap Kopdes akan dilengkapi gudang penyimpanan hasil panen dengan fasilitas pendingin. Tujuannya untuk mencegah komoditas seperti mangga dan ikan cepat rusak.

“Jadi, hasil (panen) kalau belum mampu dijual, simpen. Di gudang ada pendingin. Jadi kalau mangga-mangga itu bisa dijaga dulu. Bisa bikin es di tiap desa. Yang desa nelayan akan punya pendingin yang lebih besar untuk bikin es dan untuk menjaga ikan,” jelasnya.

Tak hanya gudang, sambung Prabowo, nantinya juga akan dibangun gereja sembako unit simpan pinjam hingga apotek yang menjual obat generik.

“Dananya dari mana? Dananya sudah tersedia karena dananya untuk desa ada Rp1 miliar per tahun, dan sudah berjalan 10 tahun. Yang repot Rp1 miliar kadang-kadang bekasnya enggak kelihatan. Para kepala desa tolong ini untuk rakyat,” ujarnya.