JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto janjikan akhir tahun 2025, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyentuh ke seluruh penerima manfaat se-Indonesia yang ditargetkan sebanyak 82,9 juta orang.
Kepastian ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang disiarkan secara daring pada Senin, 21 Juli.
"Tapi insyaallah akhir tahun ini, seluruh anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi," kata Prabowo.
Janji ini berawal ketika dirinya mengetahui masih terdapat masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang belum menerima manfaat dari program pemenuhan gizi nasional tersebut.
"Saudara-saudara, saya dari Kota Solo ke sini, rakyat di pinggir jalan, anak-anak sekolah mereka teriak, ‘Pak, kami belum terima makan bergizi gratis. Pak, kapan? Saya lihat mata-mata mereka. Ini rakyat Indonesia. Saya tidak tega," ungkap Prabowo.
Presiden mengakui, program MBG baru menjangkau sebagian kecil dari total populasi di Indonesia. "Baru hari ini 6,7 juta yang dapat makan bergizi," ujarnya.
Hal itu disebabkan oleh faktor regulasi dan prosedur teknis yang harus dipatuhi pemerintah. "Kita nggak mampu memberi lebih cepat karena ada peraturan, ada ketentuan dan sebagainya," kata Prabowo.
Target 24 Juta Penerima Manfaat MBG Pada HUT RI
Sebelumnya, Staf Khusus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi, Redy Hendra Gunawan, mengatakan pada 17 Agustus 2025 atau bertepatan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI), distribusi program MBG sudah dapat menyasar 24 juta penerima manfaat.
"Sesuai arahan pak presiden, pada 17 Agustus, Badan Gizi Nasional sudah bisa melayani penerima manfaat sejumlah minimal 24 juta penerima manfaat," ucapnya ketika memberikan keterangan update mingguan yang disiarkan secara daring, dikutip Minggu, 20 Juli.
BACA JUGA:
Capaian itu didukung adanya 30.000 calon Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah selesai menjalani pelatihan serta pendidikan yang akan memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Selain itu, hingga hari ini tercatat sebanyak 20.000 calon mitra telah mendaftar untuk bergabung dalam ekosistem program MBG. Dari jumlah tersebut, 10.957 mitra tengah menjalani proses verifikasi oleh tim BGN.
Redy menyatakan bahwa 10.957 Kepala SPPG akan langsung diterjunkan untuk mengawal proses verifikasi dan persiapan teknis lainnya di lapangan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempercepat operasionalisasi SPPG secara nasional.