Bagikan:

JAKARTA - Dewan Pakar Bidang Gizi, Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha menyarankan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar bahan mentah tidak disatukan ke dalam ompreng (food tray).

Hal ini menjawab terkait temuan belatung di dalam makanan siap saji Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMA dan SMK Negeri Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada 14 Juli 2025 atau hari pertama aktivitas sekolah tahun ajaran baru dimulai.

"Kalau bisa, jangan memasukan buah-buahan misal seperti jeruk, pisang ke dalam food tray. Selain kemungkinan tadi ada belatung, juga akan terkontaminasi adanya bakteri di buah-buahan," kata dia dalam keterangannya yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube resmi BGN, dikutip Minggu, 20 Juli.

Ikeu bilang, temuan belatung tersebut kemungkinan besar berasal dari bahan makanan mentah yang dicampurkan ke dalam ompreng, seperti buah-buahan atau sayuran yang tidak melalui proses pemanasan terlebih dahulu.

"Kemungkinan jeruk itu sudah agak sedikit busuk, sehingga tidak termonitor atau di dalam sayuran yang mentah kemudian tidak dicuci air yang panas," jelasnya.

Untuk itu, BGN mendorong seluruh SPPG agar memperketat prosedur penanganan bahan makanan.

Sayuran mentah, menurut Ikeu, harus melalui proses penyelupan ke dalam air panas sebelum disajikan.

Proses ini penting untuk membunuh larva dan mengurangi risiko bakteri.

"BGN sekarang mendorong kepada semua SPPG apabila memasukan sayuran dalam bentuk mentah maka harus di-blanching dulu atau dicelupkan dulu ke dalam air panas sehingga kalau ada belatung di situ akan keluar atau mati," imbaunya.

BGN juga menekankan pentingnya pengawasan berlapis oleh pihak SPPG.

Selain memastikan bahan makanan telah dimasak sempurna, pemantauan ketat terhadap kebersihan, kualitas, dan penyimpanan bahan pangan juga menjadi kunci mencegah insiden serupa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam menjamin kelayakan dan keamanan pangan bergizi yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak penerima program bantuan makan bergizi gratis.