Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengatakan bahwa konsep koperasi biasanya digunakan oleh orang-orang yang lemah. Sementara, orang kaya kerap tak ingin untuk berurusan dengan koperasi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para menteri, kepala daerah, hingga pengusaha di dalam acara peluncuran 80.000 Kopdes Merah Putih, di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Jadi kita sudah mengerti bahwa konsep koperasi adalah konsep orang yang lemah. Konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi, yang kuat menjadi anggota koperasi pun ndak mau,” ujar Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 21 Juli.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan, Prabowo menyayangkan selama ini, orang-orang kaya yang memiliki akses luas justru memilih mendirikan perusahaan, Perseroan Terbatas (PT) atau badan usaha lainnya.

Karena itu, menurut Prabowo, Hal ini mencerminkan bahwa koperasi dianggap sebagai wadah bagi mereka yang memang kurang berdaya.

“Kalau sudah kuat, sudah kaya, sudah punya akses kemana-mana, yang dia bikin itu PT. Dia bikin holding, dia bikin incorporated, dia bikin limited liability company. Dia bikin corporation dan bla bla. Koperasi adalah alatnya orang lemah,” ucapnya.

Namun, pernyataan Prabowo ini bukan bermaksud meremehkan. Dia ingin menegaskan potensi luar biasa dari koperasi. Bahkan, dia menganalogikan koperasi seperti sebatang lidi.

“Sama dengan konsep lidi. Satu lidi lemah, tidak kuat. Tidak ada artinya satu lidi. Tapi kalau puluhan lidi, ratusan lidi, dijadikan satu. Ini adalah alat yang bisa membantu kita. Jadi, dari lemah, lemah, lemah menjadi kekuatan. Ini adalah konsep koperasi dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat,” tuturnya.

Menurut Prabowo, koperasi konsep juga sangat erat kaitannya dengan nilai gotong royong, yang merupakan identitas dari masyarakat Indonesia.

“Konsep koperasi adalah konsep gotong royong. Gotong royong yang paling keras tepuk tangan kawan-kawan PDIP. Gotong royong adalah milik bangsa Indonesia. Jadi saudara-saudara, kita sudah mengerti konsep itu,” jelasnya.