Bagikan:

JAKARTA - Perum Bulog meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serentak di 5.000 titik seluruh Indonesia. Gerakan ini hadir untuk menekan gejolak harga di sejumlah daerah.

Seremonial launching GPM Beras SPHP dilakukan di Kantor Pos Besar Fatmawati, Jakarta Selatan, hari ini, Jumat, 18 Juli. Acara ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kepala Badan Pangan Nasional, serta instansi pemerintah lainnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan bahwa program SPHP merupakan instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan.

“BULOG berkomitmen untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusinya secara merata,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resmi, Jumat, 18 Juli.

Rizal bilang GPM SPHP diluncurkan secara serentak di lebih dari 5.000 titik di seluruh Indonesia, dengan menyediakan beras SPHP berkualitas dan terjangkau.

“Dalam kegiatan ini, dilakukan penjualan langsung kepada masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kg atau Rp62.500 per pack untuk wilayah Jawa,” ujarnya.

Sebagai upaya memperluas jangkauan distribusi, Rizal bilang Perum Bulog menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia, PT Pupuk Indonesia, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III, serta instansi pemerintah lainnya.

“Kolaborasi ini bertujuan memastikan beras SPHP dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok negeri,” ucapnya.

Operasi Pasar untuk Redam Kenaikan Harga

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan Bulog melakukan operasi pasar karena terdapat beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga.

“Karena itu, dilakukan operasi pasar dengan SPHP sebanyak 1,3 juta ton, dengan harga Rp62.500 per 5 kg atau Rp12.500 per kg untuk wilayah ini. Mudah-mudahan langkah ini dapat membantu menstabilkan harga yang sedang naik,” ujarnya.

Senada, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menambahkan bahwa ini merupakan operasi pasar besar-besaran untuk mengantisipasi agar harga beras tidak naik.

“Ini untuk mengantisipasi agar harga beras tidak naik ketika stok kita melimpah. Target kita berdasarkan hasil Rakortas kemarin adalah menyalurkan 360.000 ton untuk Bantuan Pangan dan 1,3 juta ton untuk SPHP, total lebih dari 1,5 juta ton digerakkan secara nasional. Kami yakin dalam 1 hingga 2 minggu ke depan, harga akan turun,” jelasnya.