JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) membidik dana segar lebih dari Rp10 triliun pada 2027 mendatang dari pelaksanaan aksi divestasi Tol Semarang–Demak.
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan, angka tersebut merupakan asumsi dari total modal yang dikeluarkan perseroan saat melaksanakan proses pembangunan. Nilai kontrak pembangunan Tol Semarang–Demak sendiri ada di kisaran Rp10 triliun.
"Kalau nggak salah yang dari kami itu Jalan Tol Semarang–Demak kontrak pertama mungkin kurang lebih sekitar Rp10 triliun. Jadi, ya, pasti (dijual di atas nilai kontrak tersebut). Itu, kan, ada perhitungan bisnisnya," ucap Novel saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Juli.
Novel menekankan, dalam menentukan harga divestasi Tol Semarang-Demak itu, pihaknya bakal mengacu pada rasio price to book value (PBV) untuk mendapatkan harga sesuai.
Meski begitu, Novel mengaku belum melakukan market sounding dengan sejumlah investor mengenai rencana penjualan Tol Semarang–Demak.
Menurut Novel, pihaknya masih akan fokus menyelesaikan konstruksi ruas tol itu yang ditargetkan rampung tahun depan.
"Ini, kan, masih mengerjakan konstruksi. Konstruksinya selesai (pada 2026), kan, kami masih 2027 (rencana divestasi). Pasti, kan, nanti market calon-calon pembeli membaca situasi riilnya seperti apa," imbuhnya.
BACA JUGA:
Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Seksi 1 Semarang-Sayung merupakan dukungan pemerintah melalui APBN dengan nilai kontrak Seksi 1A Rp2 triliun, Seksi 1B Rp6,8 triliun dan Seksi 1C senilai Rp2,1 triliun.
Sementara itu, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 2 Sayung–Demak dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT PP Semarang Demak dengan pelaksanaan penandatanganan PPJT pada 23 September 2019 dan masa konsesi selama 35 tahun sejak SPMK (15 Mei 2020).
Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 2 menelan biaya investasi sebesar Rp5,9 triliun.