Bagikan:

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengaku konflik Iran-Israel akan berdampak pada industri nasional terutama yang berorientasi ekspor. Menurut dia, masalah geopolitik ini secara langsung tentu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

“Ini tentu harus terus kita monitor. Prediksi saya pribadi, ini tentu akan berdampak pada industri-industri yang ekspor ke luar negeri. Karena tentu, kondisi geopolitik akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi secara global,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 24 Juni.

Karena itu, Yassierli mengaku pihaknya mewaspadai dampak perang Iran-Israel dengan menyiapkan beberapa langkah strategis termasuk juga dalam memitigasi ancaman pemutusan hubungan kerja atau PHK massal.

“Kita sudah punya grand design untuk mitigasi PHK bagaimana kemudian program-program yang sifatnya spesifik,” katanya.

Yassierli mengatakan mitigasi ini lewat beberapa program seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang bakal memfasilitasi korban PHK lewat pemberian bantuan tunai, pelatihan kerja, hingga informasi lowongan kerja baru.

“Kemudian kita juga menjalin koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Wilayah. Kita melakukan koordinasi/konsolidasi, dan itu sudah rutin kita lakukan. Kami juga kemudian melakukan koordinasi dengan lintas kementerian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yassierli menekankan, bagaimana kondisi geopolitik global ini harus direspons bersama-sama.

“Karena ujungnya itu yang di hilir adalah Kementerian Ketenagakerjaan,” jelasnya.