Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah dibalik mundurnya perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution di proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) Indonesia.

Dikatakan Bahlil, alasan dibalik mundurnya LG adalah karena pemerintah mengambil langkah untuk melakukan terminasi kontrak LG di proyek Titan tersebut. Hal ini disebabkan perusahaan asal negeri ginseng tersebut tak kunjung melaksanakan isi perjanjian yang tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU)

"LG itu sekarang posisinya sudah keluar. Bukan keluar, emang kita terminasi. Kenapa kita terminasi? Karena dari komitmen yang sudah disepakati dalam MoU itu belum dilaksanakan," ujar Bahlil yang dikutip Sabtu, 24 Mei.

Ia menambahkan, dari total investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS, baru terealisasi sebesar 1,2 miliar dolar AS. Untuk itu pada Januari 2025 Bahlil mengaku telah mengeluarkan surat terminasi kontrak dengan LG dan kemudian digantikan oleh Zhejiang Huayou Cobalt.

Asal tahu saja, investasi tersebut untuk proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik dalam konsorsium PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power yang telah diresmikan dan mulai berproduksi.

"Nah, karena dia tidak lanjutkan, maka yang menggantikan posisinya adalah Huayou. Kemarin sudah putus di ratas dan di Januari itu saya mengeluarkan surat untuk terminasi terhadap LG," beber Bahlil.

Sebelumnya pada Kamis 22 Mei, Bahlil dipanggil Presiden Prabowo untuk melaporkan kelanjutan proyek  baterai  kendaraan listrik (EV) atau Indonesia Grand Package.

Bahlil mengatakan bahwa Pemerintah telah memutus kemitraan dengan LG terkait dengan proyek baterai kendaraan listrik.

Posisi LG, kata dia, telah digantikan oleh perusahaan asal Tiongkok Huayou.

"Sejak dari awal kami sudah memutuskan hubungannya (dengan LG) dan akan dilakukan kerja sama kepada Huayou. Jadi, ini mitra baru dan sudah selesai. Ini tinggal kami memberikan laporan kepada Bapak Presiden," ucap Bahlil.

Proyek Indonesia Grand Package menargetkan pembangunan baterai kendaraan listrik dengan kapasitas 30 GWh. Dalam perjalanannya, LG sudah membangun 10 GWh pertama dan kini tersisa 20 GWh yang akan dilanjutkan oleh Huayou.