Bagikan:

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perencanaan Ruang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, pemerintah tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). PP tersebut akan mengakomodir tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW).

Direktur Perencanaan Ruang Perairan Ditjen Perencanaan Ruang KKP Abdi Tunggal Prianto mengatakan, tanggul laut raksasa nantinya akan dikelompokkan dalam waterfront city.

"Kemudian terkait giant sea wall dan juga kegiatan-kegiatan yang kalau dikelompokkan namanya waterfront city, lah, kira-kira sedang kami prioritaskan. Ini akan kami masukkan karena ini memang mandat atau prioritas, ya, dari KKP dan juga beberapa kementerian lain, akan dimasukkan dalam indikasi program," ujar Abdi dalam konferensi pers di kantor KKP, Rabu, 7 Mei.

Abdi menjelaskan, ada beberapa daerah pembangunan proyek tersebut, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski begitu, untuk rencana induk serta zonasi detail akan ada aturan turunan dari KKP.

"Jadi, kami indikasinya hanya akan ada pembangunan giant sea wall di dalam indikasi program untuk DKI Jakarta kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur dan seterusnya. Nah, nanti ada di bagian kami lain yang mengatur zonasi-zonasi rincinya. Jadi tata ruang laut rincinya, master plan-nya itu akan diatur di bagian perencanaan ruang rinci kawasan," jelas dia.

Menurut Abdi, PP tersebut hanya mengatur terkait indikasi program yang dapat dilaksanakan di level nasional, termasuk mengatur ruang kawasan strategis, zonasi-zonasi ruang laut untuk peruntukannya hingga aktivitas ruang laut yang diizinkan.

Dia bilang, RTRWN menjadi acuan perencanaan ruang wilayah nasional yang dapat mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas Ekonomi Biru Kelautan dan Perikanan serta program-program strategis nasional.

"Nanti di dalam peraturan RTRWN terintegrasi dengan ruang laut itu ada bagian di perencanaannya yang sudah ada alokasi-alokasi ruang, memang peruntukannya digunakan untuk tertentu gitu, ya," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, China dan Korea Selatan (Korsel) tertarik berinvestasi pada proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW).

Hal itu disampaikan Dody usai bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di kantornya, Jakarta, Senin, 14 April.

"Kemarin, kan, disampaikan oleh Pak Kemenko Infrastruktur (Agus Harimurti Yudhoyono) kayak China juga tertarik, Korea Selatan juga tertarik. Sebetulnya cukup banyak, sih," ujar Dody kepada wartawan di kantornya, Senin, 14 April.

Meski begitu, Dody bilang, format terkait pembentukan badan otorita Giant Sea Wall harus dimatangkan terlebih dahulu. Sehingga, bisa dibicarakan secara teknis setelahnya.