JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintah sekarang ini kerap mendapat pertentangan serta nyinyiran dari beberapa pakar. Hal ini disadari sendiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ungkapan ini dia kemukakan saat menyampaikan pidato sambutan dalam Peluncuran Program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu, 23 April.
"Kita memberi program makan bergizi (MBG), ada yang menentang, ada yang nyinyir. Kagetnya itu ada profesor yang nyinyir. Tapi enggak apa-apa lah, biar nanti profesor belajar dari Ustaz Adi Hidayat gitu," ucapnya dikutip dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Padahal program ini, lanjut Prabowo, memberikan manfaat bagi anak-anak. Tujuannya agar generasi masa depan tidak ada yang stunting. Sementara, angka stunting secara nasional mencapai 25 persen.
"Kita mau yakinkan tidak ada anak Indonesia yang lapar. Kita mau yakinkan anak Indonesia tidak ada yang tumbuh badannya karena kurang gizi, yang jumlahnya itu cukup banyak, 25 persen. Dari empat anak Indonesia, satu yang kurang gizi. Saya kalau keliling, (waktu) ke Timur Tengah, gurun pasir, enggak bisa ditanam. Tapi, rakyatnya, anak-anaknya tinggi besar. Pemimpinnya memikirkan, lahan yang sulit mereka jaga, air yang sulit mereka jaga, kita harus menghilangkan kelaparan dari bumi Indonesia," sambung Kepala Negara.
Apalagi MBG ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, ibu hamil pun menjadi penerima manfaat. "Ada yang mengatakan ibu hamil yang penting dikasih makan. Pakar-pakar ini tidak belajar, tidak baca bahwa program MBG itu mulai dari ibu hamil. Mungkin satu-satunya negara di dunia, di mana ibu hamil diantar makanan ke rumahnya. Coba kasih lihat di mana ada negara sekarang," kata Prabowo.
BACA JUGA:
Malah, mantan Menteri Pertahanan ini bilang, banyak negara-negara lain ingin berkunjung ke Indonesia, mempelajari program MBG tersebut. "Saya dapat surat dari pimpinan negara lain, belajar ke Indonesia mau belajar tentang makan bergizi. Saya katakan, kita belum, nanti akhir tahun kita baru selesaikan semua," ujar Prabowo.
Di sisi lain, kehadiran program MBG justru dapat meningkatkan perekonomian seluruh desa. Pasalnya, dana desa kini anggarannya bertambah signifikan. Prabowo menyebut, kenaikan dana desa sekarang ini sebesar 500 persen.
"Artinya apa, artinya yang sekarang tiap desa sudah berjalan beberapa tahun program dana desa, Rp 1 miliar per desa per tahun. Dengan program makan bergizi, uang yang beredar di tiap desa ditambah Rp 6 miliar satu tahun. Bayangkan dari Rp 1 miliar ke Rp 6 miliar atau Rp 1 miliar ke Rp 5 miliar saja, bayangkan, itu kenaikan 500 persen dalam satu tahun. Kenapa? Karena tiap hari untuk memberi makan anak-anak, Badan Gizi Nasional butuh beli telur, beli ayam, beli ikan, beli sayur, beli tomat, beli wortel, beli timun, ini ekonomi desa, kecamatan hidup," paparnya.