JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan 23 proyek strategis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan total nilai mencapai Rp162,46 triliun.
Hal tersebut menjadi salah satu poin yang dipaparkan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti saat pertemuan daring dengan Kantor Urusan Luar Negeri Kota Nantong, Tiongkok, dan Konsulat Jenderal Indonesia di Shanghai, pada hari ini.
Pertemuan itu untuk membahas peluang kerja sama investasi dan kebijakan sektor konstruksi Indonesia yang terbuka luas bagi mitra internasional.
Diana menjelaskan, terdapat 10 proyek KPBU senilai Rp42,57 triliun di sektor sumber daya air dan energi serta 5 proyek lainnya senilai Rp31,97 triliun yang mencakup sistem penyediaan air minum dan modernisasi irigasi.
Selain itu, terdapat 8 proyek berskala besar senilai Rp87,92 triliun yang siap ditawarkan, mencakup pembangunan jalan tol, energi terbarukan serta sistem air dan irigasi.
"Seluruh proyek ini dirancang sebagai peluang investasi menjanjikan dengan skema transparan, berbagi risiko dan berkelanjutan bagi mitra publik dan swasta," ujar Diana seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 17 April.
Untuk mendukung iklim investasi, Indonesia terus menyederhanakan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan kebijakan perpajakan berbasis wilayah.
BACA JUGA:
Di samping itu, Diana juga menegaskan keterlibatan investor asing diatur secara jelas melalui Undang-Undang (UU) Jasa Konstruksi dan UU Cipta Kerja, termasuk melalui mekanisme International Competitive Bidding.
Dalam kesempatan tersebut, Diana pun mengapresiasi delegasi Pemerintah Kota Nantong atas ketertarikan dan keterlibatannya dalam menjajaki peluang kerja sama infrastruktur di Indonesia.
"Kami berharap, kolaborasi ini dapat memperkuat konektivitas dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara," pungkasnya.