JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah akan menambah impor minyak dan elpiji dari Amerika Serikat (AS) sebesar 10 miliar dolar AS.
Untuk informasi, tambahan empor ini merupakan langkah pemerintah dalam menyeimbangkan neraca perdagangan AS dan Indonesia.
Tak hanya itu, langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya negosiasi atas pengenaan tarif resiprokal sebesar 32 persen oleh Amerika.
"Kami dari ESDM mengusulkan mengimpor sebagian minyak dari AS dengan menambah kuota impor elpiji, yang angkanya kurang lebih di atas 10 miliar dollar AS," ujar Bahlil kepada awak media, Selasa, 15 April.
Dikatakan Bahlil, penambahaan volume impor minyak dan elpiji dari AS akan dilakukan dengan menggeser impor dari negara lain ke AS.
"Kalau ini aja kita geser, maka defisit neraca perdagangan kita dengan Amerika itu tidak akan terjadi lagi. Neraca kita balance, ini yang kita akan lakukan," kata dia.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Bahlil mengaku dirinya bersama tim dari Kementerian ESDM tengah menghitung nilai keekonomian.
"Saya sedang exercise dengan tim saya agar kita bisa melakukan pembelian di sana agar membuat neraca perdagangan kita balance," imbuh Bahlil.
Bahlil juga menyebutkan, setidak nya sebesar 54 persen dari keseluruhan impor elpiji Indonesia berasal dari AS