JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 10 April diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 9 April, Kurs rupiah spot di tutup naik 0,11 persen ke level Rp16.872 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,55 persen ke level harga Rp16.943 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pasar sedikit goyah setelah Presiden AS Donal Trump menambah tarif baru yang juga ditujukan pada beberapa ekonomi utama di luar Tiongkok salah satunya Indonesia yang terkena dampak tarif 32 persen.
"Trump pada hari Selasa menandatangani perintah yang mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen pada Tiongkok, sehingga tarif kumulatif AS terhadap negara tersebut menjadi 104 persen. Angka tersebut jauh di atas 60 persen yang diancam oleh Trump selama upaya kampanyenya tahun lalu," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 10 April.
Selain itu, Ibrahim menjelaskan kenaikan 50 persen tersebut merupakan balasan atas pengenaan tarif balasan sebesar 34 persen oleh Tiongkok terhadap AS minggu lalu.
"Tiongkok sejauh ini tidak menunjukkan niat untuk mundur, dengan Kementerian Perdagangan berjanji untuk berjuang sampai akhir dengan AS atas peningkatan tarifnya," tuturnya.
Menurutnya, pasar juga berspekulasi bahwa Tiongkok membuang kepemilikannya yang besar atas Obligasi Pemerintah AS, yang menyebabkan lonjakan besar dalam imbal hasil.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan guna untuk menenangkan pasar Bank Indonesia terus melakukan trifle intervensi di perdagangan DNDF yaitu pasar valas, Obligasi dan Repo sehingga pelemahan rupiah bisa di antisipasi secara kontinyu sehingga rupiah kembali stabil, walaupun pasar global sedang tidak baik-baik saja.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 terpantau mengalami inflasi 1,65 persen secara bulanan atau month to month (MtM).
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan pada Maret 2025 terjadi kenaikan IHK dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi menjadi 107,22 pada Maret 2025.
BACA JUGA:
Adapun secara year on year (YoY), Indonesia juga mengalami inflasi sebesar 1,03 persen dan secara tahun kalender atau year to date (YtD) terjadi inflasi sebesar 0,39 persen.
Sebelumnya, konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg, median atau nilai tengah dari 20 ekonom sebesar 1,18 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Angka tersebut mengalami lonjakan usai terjadi deflasi pada Februari 2025 sebesar 0,09 persen (YoY).
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 10 April 2025 dalam rentang harga Rp16.860 - Rp16.900 per dolar AS.