JAKARTA - Inpex Masela, Ltd. (Inpex), anak perusahaan dari Inpex Corporation, sebagai operator Lapangan Gas Abadi Masela mengumumkan dimulainya fase Inisiasi Front-End Engineering Design Onshore LNG (FEED OLNG) untuk pengembangan Proyek LNG Abadi.
Asal tahu saja, fase ini difokuskan pada pemilihan teknologi lisensor likuifaksi dan teknologi penggerak turbin gas, yang keduanya merupakan elemen penting untuk mempercepat keseluruhan tahapan desain rekayasa awal (FEED).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan, inisiatif ini penting untuk memastikan kesiapan proyek dan kesesuaian dengan jadwal pengembangan, guna mewujudkan realisasi proyek secara tepat waktu.
"Hasil dari fase ini akan menjadi dasar teknis dan komersial untuk pelaksanaan FEED selanjutnya, sekaligus memastikan integrasi teknologi likuifaksi yang canggih guna mengoptimalkan kinerja dan keandalan," ujarnya, Rabu, 9 April.
Djoko menyampaikan harapannya inisiasi tahap FEED OLNG ini dapat menjadi milestone yang membawa Proyek Abadi semakin dekat ke tahap proyek berikutnya secara on time, on budget, on schedule, dan on safety.
"Inisiasi ini juga diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dengan segera disepakatinya Perjanjian Jual Beli Gas (PPJG) menuju Final Investment Decision (FID) di tahun depan", imbuhnya.
Proyek LNG Abadi juga dirancang menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal pengembangannya.
Pendekatan ini akan memainkan peran penting dalam mendukung target nasional dekarbonisasi Indonesia.
“Proyek ini tidak hanya akan membuka potensi sumber daya gas yang signifikan ke depannya, tetapi juga mencerminkan komitmen kami terhadap energi bersih melalui teknologi CCS," ujar President Inpex Corporation Takayuki Ueda.
BACA JUGA:
Untuk informasi, proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuifaksi LNG di darat dengan total kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD).
Inpex mengelola Lapangan Gas Abadi dengan partisipasi 65 persen, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15 persen.