JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku, situasi arus balik Lebaran 2025 lebih baik dibandingkan dengan momen arus mudik/balik pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, kesiapan infrastruktur jalur mudik sangat baik, sehingga kondisi arus mudik maupun balik Lebaran pada tahun ini lebih ramai lancar, aman, dan terkendali.
"Alhamdulillah sepintas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga mendapat apresiasi dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) saat kami mendampingi beliau kemarin pada acara panen raya di Majalengka," ucap Dody seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 8 April.
Dia bilang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak, baik Korlantas Polri maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahwa pemerintah telah resmi memberhentikan rekayasa lalu lintas berupa One Way nasional untuk menopang arus balik Lebaran 2025 di Tol Trans Jawa yang mengarah ke Jakarta.
"Tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Perhubungan (Dudy Purwagandhi) bahwa Jalan Tol Trans Jawa sudah berfungsi dua arah, artinya operasional arus mudik sudah selesai," ucap dia.
Selain itu, Dody juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian PU, khususnya yang ada di balai besar/balai dalam mempersiapkan infrastruktur guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman di balai maupun balai besar yang telah berkenan bergotong royong mendirikan posko di seluruh Indonesia, pada saat saya tinjau alhamdulillah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat yang pada saat itu mudik ke kampung halaman maupun balik kembali ke tempat tinggalnya," tutur Dody.
BACA JUGA:
Adapun berdasarkan data Jasa Marga, sebanyak 1.675.306 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 31 Maret-7 April 2025.
Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak) dan GT Ciawi (dari arah Puncak).
Angka itu pun meningkat sebesar 52,4 persen jika dibandingkan dengan lalin normal, yakni sebanyak 1.099.608 kendaraan.