Bagikan:

JAKARTA - Masifnya pembangunan jalan tol di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Provinsi DKI Jakarta tak lagi sepi saat memasuki momentum Lebaran. Pasalnya, saat ini banyak kendaraan dari luar Jakarta yang melintas di kawasan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja pun mengapresiasi. Sebab, hal itu bisa memeratakan belanja masyarakat di sekitaran Jakarta.

"Biasanya pada saat Lebaran, Jakarta sepi. Tetapi, saya kira sudah beberapa tahun terakhir tidak terjadi demikian. Karena tentunya kami apresiasi pemerintah, khususnya kepada Pak Presiden Jokowi sebelumnya," ujar Alphonzus dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony BINA Diskon Lebaran 2025 di Jakarta, Jumat, 14 Maret.

"Banyak kendaraan-kendaraan dengan bernomor polisi non-B masuk ke Jakarta. Jadi, saya kira ini memang akan lebih memeratakan belanja pada saat Idulfitri nanti," sambungnya.

Dia meyakini, dengan adanya pembangunan infrastruktur yang sudah memadai, akan menarik minat wisatawan di luar Jakarta dan sekitarnya.

"Jadi, saya kira dengan jalan tol dan infrastruktur yang sudah bagus, banyak masyarakat dari daerah luar Jakarta yang masuk ke Jakarta," ucapnya.

Sehingga, Alphonzus berharap, pusat-pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta dan sekitarnya ramai pengunjung dan penjualan bisa meningkat signifikan.

"Jadi saya kira ini menjadi catatan khusus untuk pusat-pusat perbelanjaan yang ada di DKI Jakarta, larena pada saat Lebaran tidak sepi lagi seperti sebelum-sebelumnya," pungkas dia.

Adapun di era kepemimpinan Presiden Jokowi selama periode 2014-2024, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menyelesaikan sejumlah infrastruktur guna meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyelesaikan 2.432 kilometer pembangunan jalan tol.

Tak sampai di situ, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga telah menyelesaikan 5.999 kilometer pembangunan jalan baru, 125.904 meter pembangunan jembatan, 583 buah jembatan gantung dan 27.673 meter pembangunan flyover/underpass.