JAKARTA - Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 24 Februari.
Ariston menyampaikan indeks dolar AS di awal pekan pagi ini terlihat bergerak turun, saat ini di kisaran 106.26, lebih rendah dibandingkan pagi sebelumnya di kisaran 106.50.
Menurutnya, data ekonomi AS seperti tingkat keyakinan konsumen bulan Februari dan data penjualan rumah existing bulan Januari yang dirilis hari Jumat malam memberikan tekanan ke dolar AS karena data yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar dan hasil sebelumnya.
"Ini memberikan persepsi ke pasar bahwa ekonomi AS sedang dalam tekanan," ujarnya kepada VOI, Senin, 24 Februari.
BACA JUGA:
Selain itu, Ariston menyampaikan kebijakan kenaikan tarif Presiden Trump yang masih tarik ulur, membuat pelaku pasar melepas posisi sebelumnya yang mengantisipasi kebijakan kenaikan tarif Trump sehingga memberikan tekanan ke dolar AS.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada Senin, 24 Februari, berpotensi menguat terhadap dolar AS ke arah level Rp16.220 per dolar AS dengan potensi resisten ke level Rp16.300 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, nilai tukar Rupiah hari Jumat, 21 Februari 2025, Kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,15 persen di level Rp16.314 per dolar AS. Sementara, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup naik 0,26 persen ke level harga Rp16.300 per dolar AS.