Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan total transaksi pada Trade Expo Indonesia ke-40 ini bisa mencapai 25 miliar dolar AS atau setara dengan Rp407,52 triliun.

“Nah tentu kalau biasanya naik 10 persen, kali ini mungkin di atas 25 miliar dolar AS ya,” tuturnya dalam pembukaan Trade Expo ke-40, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 20 Februari.

Dia pun optimistis penyelenggaraan Trade Expo tahun ini bisa meningkatkan devisa dan mendorong target pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.

“Karena kalau semakin terus meningkat maka ekonomi kita semangat, karena pak presiden targetnya pertumbuhan menuju 8 persen. Jadi di tengah ketidakpastian, kalau engine export kita bisa ngebut, nah ini devisa kita bisa besar,” katanya.

Menurut Airlangga, produk Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu, para produsen dan sektor manufaktur optimistis dengan kondisi bisnis di Indonesia.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan hal itu tecermin dari Purchasing Managers’ Index Indonesia yang naik menjadi 51,9.

“Ekspor kita alhamdulillah 57 bulan berturut turut surplus. Kita juga mencatatkan surplus 31,04 miliar dolar AS pada 2024. Kinerja ini merupakan tren positif dan menunjukkan bahwa produk kita memiliki daya saing tinggi,” kata Airlangga.

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 resmi dibuka. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan total transaksi sebesar 16,5 miliar dolar AS atau setara debgan Rp269,5 triliun (asumsi kurs Rp16.337 per dolar AS).

TEI ke-40 dijadwalkan berlangsung pada 15—19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pameran terbesar di Indonesia tersebut dibagi dalam tiga zona produk yaitu, Food, Beverage, and Agricultural Products, Manufacture Products, serta Lifestyle, and Services.