Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Investasi Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang 2024 realisasi investasi mencapai Rp1.714,2 triliun atau mencapai 103,9 persen dari target pemerintah Rp1.650 triliun.

Menteri Investasi Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan realisasi investasi ini, didukung dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Kalau kita lihat PMDN dan PMA nya, tidak terlalu banyak perbedaan, kalo dari PMA 52,5 persen kalo dari PMDN 47,5 persen,” katanya dalam konferensi pers, Jum'at, 31 Januari.

Rosan menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2024 tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp814 triliun meningkat 20,6 persen (yoy) atau mencapai 47,5 persen dari total realisasi.

Kemudian, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp900,2 triliun naik 21 persen (yoy) atau mencapai 52,5 persen dari total realisasi.

Adapun, realisasi PMA dan PMDN pada sepanjang 2024 paling besar di provinsi Jawa Barat dengan aliran dana masuk sebesar Rp251,1 triliun atau naik 14,7 persen, Jakarta senilai Rp241,9 triliun atau naik 14,1 persen, Jawa Timur senilai Rp147,3 triliun atau aik 8,6 persen, Sulawesi Tengah sebesar Rp139,9 triliun atau naik 8,2 persen, dan Banten senilai Rp105,6 triliun atau naik 6,2 persen.

Sementara itu, realisasi PMA pada sepanjang 2024 paling besar berasal dari provinsi Jawa Barat sebesar 10 miliar dolar AS atau naik 16,6 persen, Sulawesi Tengah sebesar 9 miliar dolar AS atau naik 15 persen, Jakarta sebesar 7,6 miliar dolar AS atau naik 12,6 persen, Maluku Utara sebesar 4,4 miliar dolar AS atau naik 7,3 persen, dan Banten sebesar 3,9 miliar dolar AS atau naik 6,4 persen.

Sedangkan itu, realisasi PMDN pada kuartal IV-2024 paling besar berasal dari provinsi Jakarta sebesar Rp128,4 triliun atau naik 15,8 persen, Jawa Barat senilai Rp101,5 triliun atau naik 12,5 persen, Jawa Timur sebesar Rp92,4 triliun atau naik 11,4 persen, Riau senilai Rp61,1 triliun atau naik 7,5 persen, Kalimantan Timur sebesar Rp55, triliun atau naik 6,8 persen.

Selanjutnya, jika berdasarkan wilayah realisasi investasi paling banyak berasal dari Luar Jawa mencapai Rp895,4 triliun meningkat 22,5 persen atau realisasi ini mencapai 52,2 persen dari total realisasi investasi.

Sedangkan untuk investasi di pulau Jawa mencapai Rp818,8 triliun meningkat 19 persen YoY atau realisasi ini mencapai 47,8 peraen dari total realisasi investasi.

Sementara itu, investasi yang masuk di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai Rp238,4 triliun atau 13,9 persen dari total investasi, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp189,9 triliun atau 11,1 persen, sektor pertambangan senilai Rp184,7 triliun atau 10,8 persen, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 122,9 triliun atau 7,2 persen, sektor jasa lainnya Rp 120,8 triliun atau 7 persen.