Bagikan:

JAKARTA - SCG, salah satu perusahaan terkemuka di ASEAN, menyelenggarakan acara penyerahan beasiswa Sharing The Dream secara hybrid untuk 493 pelajar terpilih (123 pelajar hadir secara offline dan 370 secara online) kategori SMA/sederajat dan mahasiswa S1 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Acara ini menjadi momen inaugurasi usai serangkaian proses seleksi beasiswa yang diikuti lebih dari 1.200 pendaftar berdomisili Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Lebak, dan Bekasi. Tahun ini juga menandai perjalanan 10 tahun SCG berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, secara virtual. Di samping itu, turut hadir juga Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, pendiri Ancora Foundation, Gita Wirjawan, dan Koordinator Harian Sekretariat Fasilitasi CSR BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Jawa Barat, Eka Sundana.

Country Director SCG di Indonesia Warit Jintanawan mengatakan, tahun ini, SCG Sharing the Dream genap satu dekade sejak dilaksanakan tahun 2012. Tercatat program ini sudah menyalurkan lebih dari 3.570 beasiswa untuk pelajar Indonesia dan menyerap dana sebesar Rp17 miliar.

"Dana tersebut melingkupi dana pendidikan dan program pengembangan. Ini merupakan komitmen SCG dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan sekaligus implementasi dari nilai ESG 4 Plus (Environmental, Social, and Governance)," ujar Warit, di Jakarta, Rabu 10 Agustus.

Lebih lanjut Warit menyatakan, pihaknya mendorong para scholars (penerima beasiswa) untuk terjun langsung ke masyarakat, melihat masalah di sekitarnya, dan berdialog untuk mencari solusi.

"Pola pikir kritis, kesadaran, dan pembentukan karakter generasi muda merupakan sasaran dampak dari program ini," imbuhnya.

Adapun sasaran tersebut sejalan dengan gagasan "Merdeka Belajar" dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang mendorong pelajar untuk merdeka dalam berpikir dan mengoptimalkan potensi sesuai minat dan bakatnya.

Pasalnya, Indonesia berada pada peringkat ke-107 dari 189 negara pada Indeks Pembangunan Manusia tahun 2020 yang dirilis Bank Dunia. Indeks tersebut salah satunya diukur dari pendidikan; yaitu rata-rata masa sekolah anak. Indonesia mencatatkan rata-rata masa sekolah sebesar 8,2 tahun, sedangkan ekspektasi masa sekolah anak yaitu 13,6 tahun.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan apresiasinya untuk program ini. Pihaknya di kementerian tidak bisa bekerja sendiri, sebab Merdeka Belajar adalah upaya bersama dan gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk sektor industri.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim. (Foto: Dok. SCG)

"Saya mengapresiasi komitmen SCG selama 10 tahun terakhir menjalankan beasiswa Sharing The Dream sebagai salah satu program CSR perusahaan. Di samping itu, saya juga turut senang mengetahui bahwa dalam perayaan 10 tahun ini, ada peningkatan pada jumlah penerima beasiswa. Hal ini tentunya sangat mendukung upaya kita bersama untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas," jelas Nadiem.

SCG menambah jumlah penerima manfaat hingga 493 siswa (480 siswa SMA/sederajat dan 13 Mahasiswa S1) serta Bekasi sebagai wilayah baru dari sebelumnya 410 pelajar pada tahun 2019. Penambahan tersebut merupakan kontribusi PT Fajar Surya Wisesa Tbk selaku anak perusahaan di bawah unit bisnis SCGP untuk 83 pelajar asal Bekasi.

Dana pendidikan yang disalurkan terdiri dari dua kategori. Yang pertama, pelajar SMA sebesar Rp2.000.000 per orang per tahun. Kedua, Mahasiswa S1 sebesar Rp8.000.000 per orang per tahun selama maksimal empat tahun masa kuliah.

Selain biaya pendidikan, SCG juga akan mendukung tiga proyek sosial terpilih dari scholars, salah satunya proyek Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Budidaya Maggot oleh Elsa Nopiyanti, mahasiswi Institut Pertanian Bogor. Hasil ternak maggot bermanfaat sebagai pakan hewan ternak seperti unggas serta bermanfaat juga sebagai pupuk organik sehingga membantu peternak dan petani dalam menghemat biaya.

"Proyek sosial yang saya ajukan mengadaptasi ekonomi sirkular yang juga diterapkan SCG. Menurut saya, ESG itu prinsip/standar perusahaan yang menyatukan lingkungan, sosial, dan tata kelolanya agar kegiatan bisnis dapat memberikan dampak berkelanjutan. Maka dari itu, saya mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut pada proyek saya agar bisa bermanfaat secara berkelanjutan," ujar Elsa.

Pada acara ini, ada pula sesi talkshow untuk menginspirasi para scholars baik yang hadir offline maupun online dengan beberapa pembicara, yakni Founder Gerakan Sociopreneur EWasteRJ, Rafa Jafar, dan PARASOL (Printable Alternative Solar Roll), pencipta inovasi Solar Roll Alternatif dari limbah plastik yang juga merupakan Juara 1 Tingkat ASEAN pada kompetisi "ESG Hacks To Heal Our Planet" yang diselenggarakan SCG secara regional.

"Kami berharap SCG Sharing the Dream dapat lebih berdampak dan strategis dalam mendukung pemerintah menuntaskan masalah pendidikan serta kesenjangan sosial di masyarakat, sejalan dengan kampanye ESG 4 Plus kami di Indonesia," tutup President Director PT SCG Indonesia, Chakkapong Yingwattanathaworn.