Evaluasi Mudik Jalur Merak, Pelabuhan Ciwandan hingga Rest Area Disiapkan agar Macet Tak Terulang
Menhub Budi Karya. (Foto: Dok. DPP PDIP)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap sederet evaluasi mudik jalur laut khususnya di Pelabuhan Merak. Kata Budi, ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki di Pelabuhan Merak guna menghindari terulangnya penumpukan kendaraan.

Pertama, kata Budi, perlunya tempat peristirahatan atau rest area untuk menyaring kendaraan menuju Pelabuhan Merak. Menurut Budi, dengan adanya rest area tersebut dapat mencegah kendaran pemudik memasuki kawasan Merak secara bersamaan.

Budi mengatakan, pada penyelengaraan mudik 2022 di Pelabuhan Merak pada H-4 dan H-3 Idulfutri terjadi satu antean yang relatif panjang.

"Evaluasi yang dilakukan adalah kita akan membuat satu kantong rest area. Sehingga bagi mereka-mereka yang akan menuju Merak akan di-filter di situ, kalau nanti setelah longgar baru bisa dijalankan. Yang lain kita akan minta jalannya dilebarkan. Jangka panjang bahkan kita minta ada jembatan yang ada di situ," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 24 Mei.

Kedua, lanjut Budi, Kemenhub juga akan mengaktifkan Pelabuhan Ciwandan sebagai satu pelabuhan tambahan untuk mengangkut penumpang di hari besar atau akhir pekan.

"Karena Ciwandan berjarak 4-5 kilo dari Merak, sehingga mampu untuk menampung, ada 3-4 dermaga yang ada di sana," tuturnya.

Kemudian, lanjut Budi, Kemenhub juga akan memberikan izin kepada Pelindo untuk mengoprasikan kendaraan-kendaraan berat, tetapi pada saat hari-hari besar saja.

"Sabtu-Minggu itu bisa digunakan penumpang. Sehingga jumlah 7 dermaga yang ada di Merak itu akan ditambah 3-4 di Ciwandan," jelasnya.

Evaluasi lainnya, kata Budi, manajemen keluar masuk dari terminal masuk pelabuhan menuju kapal. Menurut Budi, pihaknya akan menggunakan teknologi baru untuk mempermudah mobilisasi di Pelabuhan Merak.

"Di Merak sendiri kami akan melakukan evaluasi, seperti yang ditemukan Pak Menko PMK bahwa menejemen turun naik itu masih lama. Maka kita akan menggunakan teknologi, menggunakan satu sistem yang lebih intensif agar proses keluar masuk dari terminal menuju kapal itu menjadi lebih baik," ucapnya.

Kemudian, Budi mengatakan, yang membuat masyarakat senang melakukan mudik menggunakan kapal laut adalah tidak mengedarai kendaraan dengan waktu yang lama. Selain itu, para pemudik juga mendapatkan hiburan di atas kapal.

"Suatu kegiatan yang blessing menjadi suatu hiburan adalah pada saat ada kapal jarak jauh Pelni dari Ciwandan ke Panjang itu 7 jam. Tapi justru masyarakat senang untuk menggunakan kapal, karena tidak berlama-lama mengendarai kendaraan, mereka juga mendapatkan hiburan. Jadi pada saat Lebaran nanti ada yang 2,5 jam, ada yang 7 jam, tetapi ada addiotional kegiatan yang ada di sana," jelasnya.