Bagikan:

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan eskalasi ketegangan yang terjadi di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina akan membuat harga sejumlah komoditas dunia semakin meroket. Hal tersebut juga berlaku bagi ekspor andalan Indonesia yang selama ini menjadi salah satu sumber devisa negara.

"Komoditas unggulan di Indonesia seperti nikel, CPO, dan karet juga akan mengalami atau tetap pada posisi yang tinggi,” ujarnya ketika menggelar konferensi pers APBN Kita pada Selasa, 24 Februari.

Menurut Menkeu, sejumlah barang penting kebutuhan dunia itu cukup rentan terpengaruh isu negatif yang terjadi secara global.

“Komoditas, khususnya untuk energi, memang sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang sekarang ini terjadi, termasuk akan diterapkan sanksi (bagi Rusia) akan mempengaruhi sentiment maupun kondisi dari supply and demand,” tuturnya.

Dari data yang dibagikan bendahara negara, terlihat jika harga CPO dalam dua bulan pertama tahun ini (year to date/ytd) sudah mengalami kenaikan 33,2 persen sementara nikel naik 24,9 persen.

“Tren kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia diharapkan memberi daya dorong pada prospek pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyayangkan aksi militer yang terjadi lantaran aktivitas ekonomi di Eropa sudah berangsur pulih seiring dengan meredanya isu gangguan sisi suplai.

“Eskalasi geopolitik dan masalah ketegangan militer yang ada di Ukraina akan mempengaruhi kondisi terutama di Eropa,” ucap Menkeu Sri Mulyani.