JAKARTA - Kuwait menyatakan serangan Iran menyebabkan satu orang tewas, beberapa lainnya terluka, serta merusak sejumlah fasilitas penting, termasuk misi diplomatik.
Dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu, 3 Juni, Kuwait juga menegaskan pihaknya “berhak” mengambil langkah respons atas serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk keras apa yang disebut sebagai “serangan brutal dan berkelanjutan” Iran yang dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).
Kementerian menyebutkan serangan terbaru yang terjadi pada Rabu dini hari menyasar fasilitas-fasilitas “sipil dan vital”, termasuk Bandara Internasional Kuwait.
Menurut kementerian tersebut, serangan itu mengakibatkan satu korban jiwa, sejumlah korban luka, serta kerusakan pada infrastruktur penting, termasuk misi-misi diplomatik.
Dalam pernyataan yang sama, Kuwait menegaskan negara itu memiliki “hak penuh dan melekat” untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sebagai respons terhadap serangan tersebut sesuai dengan hukum internasional.