JAKARTA - Pertahanan udara Kuwait saat ini menanggapi ancaman rudal dan drone dari musuh, demikian pengumuman Angkatan Bersenjata Kuwait pada Kamis pagi, merespons ketegangan di kawasan di tengah rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran.
"Setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," kata militer Kuwait pada Kamis, 28 Mei dilansir ANTARA dari Anadolu.
Masyarakat setempat diimbau untuk mengikuti instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, dan menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.