JAKARTA - India mengajukan surat permintaan kepada Prancis untuk pembelian 114 jet tempur Dassault Rafale bagi Angkatan Udara India.
Pada Januari lalu, Dewan Akuisisi Pertahanan India (DAC) memberikan persetujuan awal untuk pembelian 114 jet Rafale, yang terdiri atas 88 varian kursi tunggal dan 26 varian kursi ganda.
Dilansir ANTARA dari Sputnik, Selasa, 2 Juni, kesepakatan tersebut diharapkan dapat membantu Angkatan Udara India memenuhi kebutuhan pesawat tempurmultirolegenerasi 4+ serta meningkatkan kekuatan skuadron.
Menurut laporan, surat permintaan tersebut telah dikirim kepada pihak Prancis pekan lalu. Paris diperkirakan akan memberikan tanggapan dalam waktu dua hingga tiga bulan.
Kedua negara juga berencana menyelesaikan negosiasi kontrak dalam kurun satu tahun ke depan. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 34 miliar dolar AS (sekitar Rp606,9 triliun).
Laporan tersebut menyebutkan 94 dari 114 pesawat tempur akan diproduksi di India oleh Dassault Aviation, bekerja sama dengan produsen lokal. Isu pembelian jet tempur tersebut juga diperkirakan akan dibahas selama kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Prancis pada pertengahan Juni.
BACA JUGA:
Laporan itu juga mencatat jika digabungkan dengan pesanan Rafale lainnya yang telah diajukan sebelumnya oleh India, total pemesanan pesawat tersebut akan mencapai 176 unit.
Dengan akuisisi tersebut, India akan mengoperasikan armada Rafale terbesar di luar Prancis. Angkatan Udara India diperkirakan akan memiliki 150 jet Rafale, sementara Angkatan Laut India akan mengoperasikan 26 unit yang telah dimodifikasi untuk digunakan di kapal induk.
Selain itu, Dassault Aviation dilaporkan tengah membangun fasilitas pemeliharaan dan perbaikan pesawat di India serta berkomitmen menjadikan negara Asia Selatan tersebut sebagai pusat produksi dan perawatan pesawat Rafale di kawasan.