JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa biaya tambahan dalam perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ditanggung secara pribadi oleh Kepala Negara, sekaligus meluruskan berbagai isu terkait pembiayaan kunjungan tersebut.
Unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin, Seskab Teddy Indra Wijaya merespons dan menyampaikan apresiasi atas aspirasi mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya (biaya tambahan) dari yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Seskab.
Hal itu sekaligus menjawab sorotan Dino terkait kunjungan luar negeri yang dinilai menghabiskan biaya besar dalam salah satu video yang diunggah di akun media sosial miliknya.

Teddy juga menjelaskan bahwa jumlah anggota rombongan yang berangkat dalam perjalanan ke luar negeri Presiden juga sudah berkurang dari periode sebelumnya.
"Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," katanya.
Seskab juga menjelaskan bahwa kunjungan Kepala Negara dilakukan salah satunya untuk membangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan negara masing-masing.
Hal itu penting mengingat dinamika global saat ini, mulai dari konflik di Ukraina sampai dengan krisis di Timur Tengah.
BACA JUGA:
Beberapa manfaat yang didapat Indonesia dari hubungan yang baik itu termasuk stok bahan bakar minyak (BBM) terjaga, harga subsidi BBM tidak naik, dan keamanan persediaan pangan.
Dia juga menyoroti implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditargetkan mulai berlaku pada 2027, yang akan memberlakukan tarif nol persen untuk komoditas utama Indonesia.