YOGYAKARTA - Dugaan skandal pemalsuan riset yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia di konferensi ilmiah International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark, menjadi sorotan publik. Nama alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut disebut dalam kasus tersebut.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Nur Hidayanto mengatakan pihak kampus masih melakukan penelusuran terkait informasi tersebut.
“Setahu saya ada tiga nama yang kemarin kami cek memiliki kesamaan dengan alumni kami,” ujarnya, Kamis 28 Mei.
Meski demikian, Nur menegaskan kesamaan nama belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan mereka benar alumni UNY.
“Kami tetap melakukan klarifikasi terlebih dahulu agar bisa dipastikan apakah benar alumni kami atau bukan. Informasi di media sosial harus dicek sangat teliti,” katanya.
Ia juga mengaku sempat melihat unggahan klarifikasi dari salah satu nama yang disebut terlibat, tetapi unggahan tersebut telah dihapus.
“Dalam klarifikasi itu, yang bersangkutan belum mengonfirmasi apakah benar alumni UNY atau bukan,” ungkap Nur.
UNY saat ini masih mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Nur menegaskan, apabila nantinya terbukti ada alumni yang terlibat pelanggaran etik dan akademik, kampus akan mengikuti arahan resmi dari kementerian.
“Ke depannya kami mengikuti arahan kementerian jika memang terbukti ada permasalahan. Tentu akan dibahas bersama pimpinan universitas dan pihak terkait,” ujarnya.
Kasus ini pertama kali ramai diperbincangkan setelah unggahan akun Instagram @w.o.d.d viral di media sosial. Dalam unggahan itu disebutkan adanya dugaan pemalsuan riset secara terorganisasi oleh sejumlah peserta asal Indonesia dalam forum ilmiah internasional yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026.
Para pelaku diduga mempresentasikan riset palsu yang disebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan fabrikasi data.
“Risetnya dibuat terlihat sangat hebat, padahal tidak pernah ada. Datanya palsu, dihasilkan AI, termasuk gambar dan tulisannya,” tulis akun tersebut.
BACA JUGA:
Unggahan itu juga menyebut salah satu pelaku diduga berganti identitas saat presentasi dengan mengganti jilbab dan tanda pengenal untuk menghindari deteksi.
Dugaan pemalsuan ini disebut berkaitan dengan upaya memperoleh dana travel grant agar bisa mengikuti konferensi internasional secara gratis.
Gelombang reaksi di media sosial semakin meluas setelah akun X @RidhaIntifadha mengunggah identitas empat nama yang diduga terlibat. Dua di antaranya disebut sebagai alumni UNY.