JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Gilang Dhielafararez menyoroti fenomena kejahatan jalanan, khususnya aksi begal yang tengah marak terjadi di ibukota. Ia menilai kondisi perekonomian yang sulit menjadi salah satu pemicu kriminalitas meningkat sehingga harus ada pembenahan dari pemerintah.
“Kejahatan apapun bentuknya termasuk begal tidak bisa ditoleransi, dan harus ditindak degan tegas. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata, kondisi ekonomi yang sulit menjadi salah satu akar persoalan kriminalitas semakin tinggi,” ujar Gilang Dhielafararez, Selasa, 26 Mei.
Gilang menilai penindakan kejahatan harus sejalan dengan pencegahan termasuk mengatasi latar belakang mendasar dari aksi kriminalitas itu sendiri.
“Perlu kita sadari bersama lonjakan kejahatan jalanan ini merupakan kombinasi dari tingginya frustrasi akibat tekanan ekonomi, pengangguran, hingga pola kejahatan yang masih dianggap efektif dan cepat oleh para pelaku, apalagi bagi mereka yang merasa terdesak keadaan,” katanya.
Gilang pun menyinggung pelemahan Rupiah yang sempat menembus level Rp17.600 per dolar AS yang menekan daya beli masyarakat dan memicu kerentanan ekonomi rakyat. Pelemahan rupiah menyebabkan lonjakan harga pangan dan bahan baku impor, yang langsung memangkas kemampuan finansial masyarakat.
“Tekanan biaya hidup yang tinggi, ditambah risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor biasanya memicu peningkatan keterdesakan ekonomi di kalangan tertentu. keterdesakan ini yang berkorelasi langsung dengan maraknya kriminalitas jalanan,” jelas Gilang.
Karena itu, menurut Gilang, fenomena peningkatan kejahatan jalanan ini harus diatasi secara komprehensif. Seperti pembenahan kondisi ekonomi, kepastian lapangan kerja, kemudahan usaha, dan berbagai stimulus lain.
“Jadi ini PR yang harus dikerjakan secara bersama, baik Pemerintah, penegak hukum, pelaku usaha, dan semua stakeholder terkait untuk dapat menekan beratnya kondisi ekonomi yang menyebabkan kejahatan meningkat,” kata Gilang.
BACA JUGA:
Dari sisi penegakan hukum, Gilang menilai, kejahatan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan penindakan kepada pelaku saja melainkan harus diatasi dengan berbagai pendekatan. “Saya paham aksi-aksi begal sekarang memang sudah sangat meresahkan dan membuat geram, serta menimbulkan ketakutan bagi masyarakat. Tapi tindakan represif saja tidak cukup, termasuk ancaman tembak di tempat. Harus ada pembenahan di semua lini yang dilakukan secara berkesinambungan,” kata Gilang.
Anggota komisi hukum DPR ini menyebut, penindakan kejahatan jalanan seperti begal harus dibarengi juga dengan pembenahan infrastruktur seperti penerangan jalan umum dan CCTV, patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal. Gilang juga menekankan pentingnya mengatasi pasar penadah barang curian yang memperbesar peluang terjadinya kejahatan.
“Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,” jelas Legislator PDIP dari Dapil Jawa Tengah II itu.
Gilang pun mengingatkan, lonjakan kriminalitas jalanan harus dibaca bukan hanya sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai indikator tekanan sosial-ekonomi di perkotaan. "Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” terang Gilang.
Di sisi lain, Gilang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di jalanan. Ia juga mendorong warga agar terus memantau perkembangan informasi mengenai kejahatan begal, termasuk memahami modus-modus yang sering dilakukan pelaku sehingga bisa segera menghindar dan mencari pertolongan.
Mulai dari menghindari melintasi jalanan sepi atau minim penerangan sendirian, terutama pada larut malam hingga membawa peralatan pengaman diri seperti pepper spray. Khususnya di wilayah zona merah seperti di Jakarta Barat yang sampai dijuluki ‘Gotham City’ oleh netizen.
“Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,” pungkas Gilang.