Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau tetap menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Menurut Fadli, budaya bukan sekadar warisan, tetapi kekuatan yang menentukan karakter bangsa dan posisi Indonesia di dunia.

Pesan itu disampaikan Fadli saat menghadiri Silaturahim Minang Diaspora Global Network bertema “Mufakat Ranah dan Rantau: Membangun Nagari–Menguatkan Jati Diri” di Universitas YARSI, Jakarta, Sabtu (23/5).

Acara itu mempertemukan diaspora Minangkabau dari berbagai negara bersama tokoh adat, akademisi, budayawan, dan pemerintah daerah. “Kebudayaan harus kita lestarikan dan kembangkan di tengah peradaban dunia,” kata Fadli.

Ia menilai budaya Minangkabau memiliki kekuatan besar, mulai dari sastra, manuskrip, adat, hingga kuliner seperti rendang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Fadli juga menyinggung temuan piktograf di Gua Lidah Aia, Sumatera Barat, yang menunjukkan jejak peradaban tua di wilayah tersebut sejak puluhan ribu tahun lalu.

Menurut Fadli, kekayaan budaya seperti itu harus menjadi kekuatan diplomasi sekaligus ekonomi budaya Indonesia. “Budaya bukanlah beban, tetapi kekuatan,” ujarnya.

Fadli mengatakan Indonesia memiliki mega diversity atau keragaman budaya besar yang tersebar di ribuan pulau. Karena itu, hubungan masyarakat Minang di kampung halaman dan perantauan perlu terus dijaga agar identitas budaya tidak terputus.

Presiden Minang Diaspora Global Network Fasli Jalal mengatakan jaringan diaspora Minang kini telah berkembang di 22 negara. Ia menilai nagari tetap menjadi fondasi penting identitas masyarakat Minangkabau.

“Kita boleh merantau ke mana saja, tetapi jati diri sebagai orang Minang harus tetap dipelihara,” kata Fasli.

Acara itu juga diisi dialog budaya, pameran buku sastra Minangkabau, pertunjukan seni, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh literasi dan kemanusiaan.

Fadli menyerahkan Anugerah Mahakarya Literasi Budaya Minangkabau kepada Tan Sri Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin atas kontribusi mereka dalam pengembangan literasi budaya Minangkabau.

Ikut hadir di acara tersebut antara lain Mufidah Jusuf Kalla, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Sekjen Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, serta sastrawan Taufiq Ismail.