JAKARTA - Selain menjalankan tugas pertahanan negara, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), kini mendapat penugasan baru di sektor pertanian dan peternakan.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan pembagian tugas tersebut dalam rapat bersama Komisi I DPR, Selasa 19 Mei.
Dalam skema itu, TNI Angkatan Darat ditugaskan mengembangkan komoditas jagung, padi, dan palawija. Sementara TNI Angkatan Laut mendapat tugas mengembangkan produksi kedelai.
“Kami sudah melakukan pembagian tugas. Angkatan Darat tugasnya pertanian jagung dan padi selain palawija,” kata Sjafrie.
Selain itu, pemerintah juga tengah membangun Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang nantinya akan memiliki kompi pertanian dan kompi peternakan.
Menurut Sjafrie, penugasan TNI AL pada sektor kedelai dilakukan karena Indonesia masih bergantung pada impor komoditas tersebut.
Ia mengeklaim kualitas bibit kedelai yang dikembangkan prajurit TNI AL mengalami peningkatan setelah melalui dua musim panen.
“Kedelai yang dihasilkan bukan lagi kualitas pakan ternak,” ujarnya.
BACA JUGA:
Ke depan, produksi kedelai TNI AL akan diperkuat melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian dengan target mengurangi ketergantungan impor.
“Kita kejar target ini agar bisa menjadi produsen kedelai demi mendukung swasembada pangan, khusus untuk mencegah impor,” tegas Sjafrie.
Namun, Sjafrie belum merinci jumlah prajurit yang akan dilibatkan dalam program tersebut maupun mekanisme pelaksanaannya di tengah tugas militer reguler.